Pemuda Gayam Tuntut Kompensasi IKPT

Kamis, 14 Maret 2013, Dibaca : 1172 x Editor : nugroho

sam
DI JAGA KETAT : Unjuk rasa yang dilakukan Pemuda Desa Gayam mendapat penjagaan dari Polsek Gayam dan Dirpam Ovbit.


SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro- Konsorsium PT. Inti Karya Persada Teknik (IKPT) – PT. Kelsri kontraktor engeneering procuremen and construktion (EPC)-2 Banyuurip, Blok Cepu, tengah  melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Gayam, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur untuk mencari solusi tuntutan pemuda setempat yang menghentikan aktifitas proyek pipanisasi di Lapangan Desa Gayam.

"Ini saya sedang melakukan pertemuan dengan pemuda dan pak Kades Gayam untuk membahas hal tersebut," kata Humas IKPT, Soenarto, Kamis (14/3/2013).

Baca Lainnya :

    "Karena alat berat yang ada dilapangan bola itu disandra pemuda maka aktifitas proyek yang dilapangan sementara dihentikan. Kemudian, terkait dengan permintaan kopensasi kita akan bahas nanti saat pertemuan," imbuhnya.

    Ketua Karang Taruna Gayam, Narito, meminta, agar aktifitas IKPT dan alat berat do Lapangan Desa Gayam digentikan dan tidak boleh dipindah dulu sebelum ada kesepakatan. “Karena, lapangan sudah dirusak. Jadi, harus ada kopensasinya. Sebab, pemuda sudah dirugikan tidak bisa latihan bola di lapangan,” sambung Ketua Karang Taruna Putra Mandiri Desa Gayam, Narito.

    Baca Lainnya :

      Dikonfirmasi terpisah, Field Public and Government Manager MCL, Rexy Mawardijaya, mengatakan, terkait dengan penyelesaian TKD desa Gayam masih dalam proses penyelesaiannya.

      "Masih dalam pembahasan bersama antara MCL, SKKMIGAS, Pemkab dan BUMD Bojonegoro,Mas," jelas Rexy Mawardijaya melalui pesan pendek ketika disinggung terkait dengan penyelesaian TKD Gayam tersebut.

      Perlu diketahui, dalam aksi pemuda Gayam tersebut dikawal oleh pihak keamanan dari Pam Obvit dan anggota dari Polsek Gayam. Bahkan tiga pemuda Gayam juga menjadi sasaran amuk oknum Dirpam Obvit karena menolak membubarkan diri.(sam)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more