Pemuda Keser Ubah Bambu Jadi Bernilai Ekonomis

Rabu, 10 Juli 2019, Dibaca : 397 x Editor : samian

Ahmad Sampurno
KREATIF : Pemuda Keser sedang membuat kerajinan gelas dari batang bambu.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora -  Melimpahnya pohon bambu di Desa Keser, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menjadikan pemuda desa setempat berinovasi. Para pemuda memanfaatkannya untuk membuat kerajinan yang memiliki nilai ekonomis.

Lulus Nur Rohman (19) dan Teguh Wahyudi (17) Pemuda RT 02/05, Dukuh Bengir, adalah dua dari sejumlah pemuda yang berinovasi membuat gelas dari bambu. Mereka tampak sibuk menghaluskan gelas setengah jadi.

Baca Lainnya :

    "Sehari bisa mebuat 10 sampai 15 gelas. Satu gelas harganya Rp5.000 hingga Rp15.000, tergantung ukuran dan kesulitan dalam pembuatanya," ungkap Lulus Nur Rohman, Rabu (10/7/2019).

    Selain dibuat kerajinan gelas, batang Bambu tersebut juga dibuat kerajinan seperti Piala, Teco. Dalam membuatnya butuh ketelitian dan kesabaran agar mendapatkan hasil seperti yang diinginkan.

    Baca Lainnya :

      Saat ini, lanjut Lulus, usaha membuat kerajinan gelas dari bambu mulai dilirik pemesan dari dalam Kota Blora dan bahkan luar Kabupaten Blora. Para pemesan kebanyakan digunakan untuk perlengkapan rumah makan yang bernuansa desa.

      "Untuk pemasaran kami menggunakan media Sosial dan beberapa kali pernah kirim Jakarta, Solo, Semarang, Rembang dan lokal Blora sendiri," ujarnya.

      Sementara itu pengerajin lainnya Teguh Wahyudi mengaku, hasil kreatifitas yang baru berjalan enam bulan itu ternyata mampu membuahkan hasil untuk menopang ekonomi. Dengan kerajinan gelas ini, ia berharap mampu membantu Pemerintah Desa dan Pemerintah Daerah.

      "Semoga dengan kerajinan ini bisa membuka peluang usaha di desa demi memajukan desa, dan mampu mengurangi pengangguran yang ada,” harap Teguh.

      Vinda Hanifa, salah seorang pembeli mengaku tertarik begitu melihat dari sosial media. Sehingga datang dan membelinya.

      “Awalnya saya melihat dari medsos akhirnya saya datang untuk melihat langsung. Saya juga informasikan kepada teman-teman sosial media lainya, ternyata mereka juga minat. Ini sangat bagus dan kreatif banget, apalagi harganya terjangkau, tidak harus jauh jauh beli di kota lain di Blora ada pengrajin seperti ini,” terangnya.

      Ditambahkan Lulus, inisiatif ini muncul karena banyaknya bambu yang ada. Sehingga ingin memanfaatkan bambu dan rantingnya untuk membuat karya seni yang bernilai,” ujarnya.

      Melimpahnya pohon bambu yang ada, belum maksimal dalam pemanfaatnya. "Berawal dari keisengan, akhirnya menjadi sebuah kerajian dan bisa dijual," ujarnya.(ams)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more