Selasa, 18 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Pemuda Lamongan Serang Pengasuh Ponpes An-Nidhomiyah Tuban

Editor: samian
Kamis, 13 September 2018
Ali Imron
GEMPAR : Tempat Kejadian Perkara penyerangan pemuda asal Lamongan di Ponpes Tuban.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Pemuda asal Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, bernama AFN (30), diketahui telah menyerang kyai dan sejumlah tamu di Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nidhomiyah yang berada di Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Tuban, Rabu (12/9/2018) malam.

Dugaan penyerangan dengan menggunakan sebilah senjata tajam (Sajam) berupa golok itu, membuat salah seorang tamu Ponpes mengalami luka-luka. Korban luka-luka masih menjalani perawatan di RSUD dr R Koesma Tuban.

"Waktu itu ada tamu tiga orang, yang satu sudah pulang dan yang dua tamu masih berada di sini. Pada saat pelaku datang itu saya sedang masuk ke dalam," ujar Pengasuh Ponpes An-Nidhimiyah, Kiai Ahmad Musyafak, saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com di pondoknya, Kamis (13/9/2018).

Insiden penyerangan terjadi sekitar pukul 22:30 WIB. Pelaku yang pernah bekerja di Pondok Pesantren sebagai tukang kebersihan, masuk tidak melalui pintu gerbang depan melainkan masuk dengan melompat pagar samping barat pondok. Waktu itu, gerbang depan Ponpes dalam posisi tertutup.

"AFN datang itu sudah bawa senjata tajam, lalu menyerang tamu saya Nurhaji. Dan tamu saya yang satu, Habib Idrus bisa lari," terang Gus Mamak sapaan akrabnya.

Akibat serangan tersebut, Nurhaji yang merupakan warga Kelurahan Kutorejo, Kota Tuban, mengalami luka pada bagian paha sebelah kanan. Beruntung saat itu Gus Mamak yang mendengar keributan, langsung keluar dan membawa tongkat lalu berusaha menyelamatkan tamunya.

"Saya keluar bawa tongkat untuk khotib yang biasanya digunakan untuk khotbah. Kemudian saya pukul dari belakang. Pelaku lalu fokus pada saya dan tamu saya itu bisa pergi," tambahnya.

Pelaku justru balik menyerang Gus Mamak dengan menggunakan goloknya dan dilawan oleh Gus Mamak dengan menggunakan tongkat. Ketika itu, golok milik AFN terjatuh dan kemudian Gus Mamak bersama dengan tamu lainnya bisa menyelamatkan diri keluar Ponpes sembunyi di rumah warga.

Mengetahui kejadian itu, santri langsung melaporkan penyerangan terhadap kiai dan tamunya ke Polres Tuban. Sedangkan, korban bacok langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.(Aim)

 

Dibaca : 6705x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan