Minggu, 21 Oktober 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Pemulung Ditarik Sewa Bangunan Kumuh Rp400.000/bulan

Editor: samian
Senin, 22 Januari 2018
Ali Imron
SEWA LIAR : Bangunan kumuh di atas jalan lingkungan Karangsari akan dibongkar.
TERKAIT:

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Selama lima tahun, seorang pemulung asal Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Tulus, mengaku ditarik sewa pakai bangunan kumuh di atas jalan lingkungan Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, untuk menyimpan sampah/rongsokan senilai Rp400.000/bulan. Praktik ini di mata pemerintah keliru, karena mendirikan bangunan di atas jalan umum tidak dibenarkan.

"Tiap bulan saya bayar Rp400 ribu untuk sewa," ujar Tulus, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di lokasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Karangsari, Senin (22/1/2018).

Ditanya sewa dengan siapa, pria berkaos warna hijau itu tidak berani menyebutkan nama oknum yang menerima uang sewa. Intinya praktik sewa pakai bangunan tersebut, telah berlangsung lima tahun. 

"Ini tahun terakhir masa sewa," bebernya dengan wajah kusam.

Mendengar pengakuan tersebut, Camat Tuban, Irhamni, kaget dan merasa kecolongan karena ada praktik sewa pakai bangunan di atas jalan umum Kelurahan Karangsari. Apapun alasannya, kegiatan ini sudah melanggar dua aturan dan menambah kekumuhan di wilayah kota.

"Mendirikan bangunan di jalan sudah keliru apa lagi disewakan," sergah Irhamni sambil berapi-api.

Kendati demikian, Irhamni tetap mengutamakan persuasif. Pemulungnya sudah diberi edukasi dan arahan, supaya dalam seminggu perlahan memindahkan barangnya. Pasca rumah semi permanen dibongkar, titik kumuh di Pusat Pemerintahan Huda-Noor ini akan dibangun sebuah taman.

Senada diungkapkan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Tuban, Sudarmaji. Apabila pembangunan taman terlalu lama, pihaknya bakal menempatkan pot-pot bunga terlebih dahulu.

"Karena kalau taman butuh konsep dan sebagainya," sambung mantan Kabag Kesra Setda Tuban itu.

Darmaji sapaan akrabnya, juga telah meminta lurah setempat mencarikan tempat untuk menaruh depo TPS. Catatannya, depo Karangsari menjadi satu-satunya depo TPS yang paling terbuka diantara yang lainnya.

"Kalau memang tak dapat tempat kita akan atur sedemikian rupa," janji mantan Camat Plumpang itu.

Ditegaskan kembali, selama sepekan ke depan pemulung asal Tegalagung akan mengosongkan rumah kumuh semi permanen tersebut. Berikutnya akan dikoordinasikan dengan lurah dan camat, bagaimana menangani perkumuhan di pusat kota.

Data Dinas PRKP Tuban, di pusat kabupaten masih ada 49,6 hektare lahan kumuh di tujuh kelurahan. Mulai Kelurahan Karangsari, Sukolilo, Baturetno, Sendangharjo, Sidomulyo, Kingking, dan Kutorejo.(Aim)

 

 

Dibaca : 6176x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan