Senin, 30 Mei 2016
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan
Travo Gardu Listrik Terbakar Izin Wisata Wonocolo Tanggung Jawab Pemkab Disnakertransos Bakal Cek Data Korban di BPJS Landasan Helikopter J-TB Digenangi Air Dukung Warga Wonocolo Helat Sedekah Bumi Sedekah Bumi Pesarehan Setoyudo Tim Jurnalis Bojonegoro Keok Dipenyisihan Dewan Minta DPU Ingatkan Pelaksana Proyek Tuntutan Dipenuhi Pemblokiran Dibuka Pekerja Blok Cepu Tewas di Lokasi Proyek Bupati Lamongan Buka Turnamen Futsal Jurnalis Jalan Menuju J-TB Diblokir Warga Mobilisasi Logistik Pengeboran J-TB Dimulai Kualitas Wasit ISC B Tidak Profesional Tempat Karaoke Tutup Selama Ramadan Diminta Lebih Cepat Pelaksanaan Operasi Pasar 18 SPBU di Jatim Siap Uji Coba Dexlite 26 Mei 2016 MoU Kilang Tuban Diteken Siswanto Jabat Koordinator KAHMI Blora Dewan Pendidikan Nilai Sekolah Unggulan Diskriminatif Pemkab Belum Antisipasi Kebocoran Gas April 2017 PEPC Mulai Bor J-TB Pertamina EP Berharap Kelola SP Gas Nglajo Pelaksanaan US Menyisakan Catatan Merah Tak Ada Kenaikan BBM Saat Lebaran IME Tak Dipercaya Lagi Kelola Gas Flare Awal Juni KTM Mulai Giling Penuh 108 Pelajar Tunjukkan Tarian di Harkitnas DPU Sebut Plang Papan Proyek Hilang PP Kebut Pembangunan Jalan J-TB Potong 10% Seharga Fasilitas Blok Cepu Amerika Berminat Investasi Sektor Energi Petisi Tolak Kebangkitan PKI Soroti Proyek APBD Tanpa Plang Papan Nama Gelontor CSR Pendidikan Sekitar PPGJ Guru Bahasa Inggris Bojonegoro dapat Pelatihan Pemerintah Dukung Rosnef Jadi Mitra Pertamina Pertamina Siapkan Investasi Rp 2,1 Triliun Pengumuman Investor Kilang Tuban Molor Ketua MPR Nilai Bupati Suyoto Pemimpin Pancasilais Dua Kades Cekcok di Pameran BBGRM Pakde Karwo Buka Pameran BBGRM Ketua MPR Resmikan Jembatan Bojonegoro Cicak Berkepala Dua Gegerkan Warga Beji Pengendara Sepeda Motor Dominasi Kecelakaan di Cepu 10 Keputusan Penting Percepatan City Gas Blora Warga Rahayu Kesulitan Tangkap Peluang Usaha Minta JOBP-PEJ Perbaiki Jalan Lingkar Rahayu Sepakat City Gas Blora Dipercepat Warung Kopi Triwardoni Dibobol Maling Pemasangan Jargas di Bojonegoro Terancam Gagal Mitos Kunjungan Presiden ke Bojonegoro Belum Terpecahkan Minta PEPC Belajar Dari Blok Cepu Kantor HK Diblokir Warga Kelulusan Siswa Ditentukan Dewan Guru Program City Gas Belum Jelas Bupati Minta Dokumen Dicek Ulang KAHMI Desak Wakil Ketua KPK Mundur Gagalkan Pengiriman Minyak Olahan Ilegal Dewan Lakukan Sidak UN SMP Nilai Mapel IPS Dikuasai SMA Pinggiran Indeks Integritas SMA Lamongan Setara Surabaya Berharap Program CSR Sentuh Pendidikan Pertumbuhan Ekonomi Bojonegoro Melesat Lebihi Nasional Pendirian Patung KSB Terancam Sanksi Management Hotel Aston Bojonegoro Kunjungi Suara Banyuurip Nelayan Bulubanjarejo Hilang Pemkab Blora Rencanakan Bangun Museum Migas EMCL Akan Cek Rencana Pembongkaran ATW Proyek Banyuurip Berakhir, Rumah Kontrakan Mulai Sepi Tripatra Gelar Safety Riding Campaign di Puduk Deklarasi Dukung JIM Menulis Produktif Promosikan Potensi Desa Dengan JIM Perusahaan Migas Diharapkan Sentuh Masyarakat

Penambang Sumur Tua Tunggu Payung Hukum

Editor: nugroho
Rabu, 19 Juni 2013
ali mustofa
SUMUR TUA : Penambang sumur tua di Desa Ledok menunggu kepastian payung hukum yang dapat melindungi aktifitas mereka.

SuaraBanyuurip.com - Ali Mustofa

Blora - Kelompok penambang tradisional sumur tua di wilayah Desa Ledok, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah hingga saat ini masih menunggu adanya kepastian payung hukum yang menaungi aktivitas mereka dalam mengelola sumur tua. Pasalnya hingga saat ini, paska berakhirnya ijin pengelolaan oleh Koperasi Kokaptraya, sebagai koperasi pegawai Pertamina sejak akhir tahun 2011 lalu, masih dipegang secara swakelola oleh LPPM UPN Yogyakarta.

Kepala Desa Ledok, Sutrisno, mengatakan, bahwa yang diharapkan ratusan penambangadalah payung hukum sesuai Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor : 01 Tahun 2008 Tentang Pedoman Pengusahaan Pertambangan Minyak Bumi pada sumur Tua.

“Disitu jelas dinyatakan yang berhak adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Koperasi Unit Desa (KUD),” katanya kepada suarabanyuurip.com, Rabu,(19/6/2013).

Menurut dia, pada intinya para penambang tidak mempersalahkan apakah ijin itu diberikan kepada PT. Blora Patra Energi (BPE) Blora (BUMD) atau kepada KUD Sambong. Namun yang terpenting ada payung hukum yang jelas sebagaimana bunyi permen tersebut.

“Dengan begitu mereka dapat bekerja dengan tenang,” harap Sutrisno.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT. BPE Blora, Christian Prasetya, mengungkapkan, telah melayangkan surat pengajuan ijin pengelolaan sumur tua sejak Maret 2012 lalu. Pengajuan itu untuk semua sumur yang dulunya pernah dikelola oleh Koperasi Kokaptraya, baik itu yang ada di lokasi Ledok, Sambong maupun yang di Kawasan Semanggi, Jiken.

“Semua berkas pengajuan tersebut sudah terpenuhi, hingga kini masih di SKK Migas,” sambung Christian.

Dirinya mengaku optimis ijin tersebut akan diberikan kepada BUMD Milik Pemkab Blora sebagaimana yang diamanatkan dalam Permen ESDM.  Karena itu diharapkan dalam waktu dekat ini akan ada kepastian.

Christian menerangkan, setelah ijin turun, sistim pengelolaan tetap akan melibatkan para kelompok penambang lokal. Sedengkan mengenai sistim pembayaran masih sama seperti pola yang dipakai pemegang ijin sebelumnya.

”Karena keterlibatan masyarakat lokal untuk bisa ikut mengelola merupakan dasar pengajuan ijin kami,” tegas dia.

Christian juga berjanji kedepannya program corporat social responsibility (CSR)  atau tanggungjawab social perusahaan akan lebih diutamakan demi pemenuhan kebutuhan warga sekitar dengan melibatkan peran serta tokoh masyarakat dan pemerintahan setempat. (ali)

Dibaca : 2090x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan