Rabu, 22 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Penderita HIV/AIDS di Tuban Capai 226 Orang

Editor: nugroho
Selasa, 03 Desember 2013
edy purnomo
Kepala Dinkes Tuban, Syaiful Hadi.

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban – Sepanjang tahun 1990 hingga November 2013, jumlah pengidap Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur mencapai 226 orang. Dari jumlah tersebut, tercatat 62 orang pengidap dinyatakan telah meninggal dunia.

“Jumlah tersebut terhitung sejak tahun 1990, dan selalu bertambah setiap tahunnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban, Syaiful Hadi, melalui Blackberry Messenger yang dikirim kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (3/12/2013).

Syaiful menambahkan, selama dua tahun yakni 2012 dan 2013 terdapat 56 penderita HIV/AIDS. Rinciannya, 35 penderita ditemukan pada tahun 2012 dengan 1 orang meninggal dunia, serta 26 orang ditemukan pada tahun 2013.

“Untuk jumlah meninggal pada tahun ini kami belum mendapatkan laporan,” tegas Syaiful Hadi.

Selama ini, pengidap virus ini memang selalu tertutup kepada orang lain, termasuk petugas kesehatan. Sehingga keberadaan virus ini sulit diketahui. Faktor lain, adalah akibat penyakit ini tidak menampakkan gejala sebagaimana penyakit pada umumnya, bahkan hingga bertahun-tahun, sehingga pengidap tidak merasakan atau menyadari kalau dirinya sakit.

“Biasanya baru terdeteksi kalau penderita mengalami sakit sudah terlalu parah, karena penderita bisa nampak sehat tanpa gejala,” tambah Syaiful.

Untuk mengetahui seseorang mengidap penyakit ini atau tidak, hanya bisa dilakukan dengan tes darah. Sebab biasanya petugas kesehatan mengetahui penyakit ini setelah penderita tersebut di cek darahnya.

Sedangkan persebarannya, rata-rata akibat aktivitas sexual selain dengan pasangan. Sehingga menular ke suami atau istri, dan tentunya berhimbas pada anaknya ketika lahir.

“Selain itu juga melalui jarum suntik, atau transfusi darah dari penderita kepada orang lain,” katanya.

Untuk itu Syaiful menghimbau kepada masyarakat, termasuk pelajar, untuk sebisa mungkin menghindari hal-hal sebagai penyebab terjangkitnya virus HIV/AIDS. Karena hingga saat ini, penyakit yang menyerang kekebalan tubuh manusia ini belum ada obatnya.(edp) 

Dibaca : 881x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan