Rabu, 26 Juni 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Penderita Saluran Pernafasan Sekitar Blok Cepu Capai 1.614 Orang

Editor: samian
Kamis, 20 Desember 2018
Ririn Wedia
Kasi Pelayanan Kesehatan Primer Dinas Kesehatan, Sutrisno.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mencatat, penderita penyakit Infeksi Akut Saluran Pernafasan Atas menjadi penyakit tertinggi di seluruh wilayah Bojonegoro. Termasuk di sekitar Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, yang bersentra di Kecamatan Gayam.

Kasi Pelayanan Kesehatan Primer Dinas Kesehatan, Sutrisno, mengatakan, tahun 2018 infeksi akut saluran pernafasan di sekitar Blok Cepu mencapai 1.614 penderita. Sedangkan total penderita se-Kabupaten Bojonegoro mencapai 82.027 orang.

"Kalau faktor penyebab salah satunya karena debu," kata Sutrisno, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (20/12/2018).

Data tersebut diambil dari fasilitas kesehatan tingkat 1 baik Puskesmas, Puskesmas pembantu, Polindes dan Ponkesdes di wilayah Kecamatan Gayam. Rata-rata penderita infeksi akut saluran pernafasan atas adalah usia produktif.

"Selama ini, semua penyakit di faskes satu sudah diatasi dan tertangani dengan baik. Kecuali ada rujukan yang menandai tingkat lanjutan," tandasnya.

Menurut pria berkacamata minus ini, urutan kedua penyakit yang banyak diderita masyarakat sekitar sumur minyak Banyuurip yang di operatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) adalah penyakit lambung yang menyasar disemua usia. Jumlahnya mencapai 1.590 penderita.

Sementara penyakit darah tinggi primer menduduki peringkat ketiga dengan jumlah penderita sebanyak 1.158 orang. Penyakit ini kebanyakan dialami warga usia 40 tahun keatas.

"Faktornya banyak ya kalau darah tinggi itu, kalau mag memang semua bisa kena," tandasnya.

Meski di sekitar industri Migas, tidak ada pengaruh pada kesehatan warga sekalipun membutuhkan kajian. Namun, dari pengalaman yang sudah terjadi beberapa tahun lalu, selama ini belum ada kejadian signifikan yang menimbulkan korban sakit maupun korban jiwa.

"Jadi, penyakit warga bukan karena industri migas," tutupnya.(rien)

Dibaca : 349x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan