Jum'at, 21 September 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Pendidikan Politik Untuk Pemilih Pemula Blora

Editor: nugroho
Kamis, 08 Februari 2018
Ahmad Sampurno
SOSIALISASI : Komisioner KPU Blora memberikan materi tentang pentingnya menggunakan hak pilih dalam Pemilukada pada para pelajar

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Ratusan pelajar di wilayah Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengikuti pendidikan politik untuk para pemilih pemula. Kegiatan ini untuk meningkatkan peran serta pemilih pemula dalam partisipasi pemilih pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng pada 27 Juni 2018 mendatang.

Pendidikan politik bertema “Pemilu Serentak Untuk Penguatan Sistem Presidensiil” tersebut dilaksankan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Blora di Pendapa Kecamatan Kunduran.

Menurut Kepala Kantor Kesbangpol, Achmad Nur Hidayat, selain meningkatkan partisipasi dalam pemilihan gubernur mendatang, pendidikan politik bagi pemula itu untuk menumbuhkan rasa tanggungjawab, akan hak pilih bagi setiap pemilih pemula demi kelangsungan demokrasi. 

"Program pendidikan politik ini, untuk memberikan informasi dan pemahaman kepada para calon pemilih pemula tentang pentingnya Pilkada dan mekanismenya. Agar pemilih pemula yang masih bersih ini terhindar dari berbagai kepentingan yang cenderung banyak melakukan cara-cara melanggar. Seperti money politik," kata Nur Hidayat, Rabu (7/2/2018).

Komisioner KPU Kabupaten Blora,  M. Hamdun menyebutkan pemilih pemula saat ini jumlahnya sangat besar. Diperkirakan mencapai 5% dari seluruh masyarakat yang mempunyai hak pilih.  

Karena itu, lanju dia, pemilih pemula harus menjadi subjek politik dalam pemilu untuk pencerdasan politik. Tidak sebatas jadi objek. 
"Sudut padang ini untuk menempatkan pemilih pemula pada ruang politik yang lebih luas. Tidak asal ikut tanpa kepahaman dan kesadaran tentang proses politik,” papar Hamdun.

Dirinya menekankan, supaya pemilih pemula tidak acuh pada proses politik. Sebab, pemilu menjadi bagian dari upaya untuk mencapai kesejahteraan. Jika dalam prosesnya ada money politik, Hamdun berpesan agar pemilih pemula berani menjadi pelopor untuk menolaknya, serta melaporkan kepada yang berwenang. 

“Untuk menjadi subjek, kita mulai dari diri sendiri dengan menggunakan hak pilih secara cerdas. Serta mendorong orang disekitar kita secara aktif untuk berpartisipasi dalam pemilu,” terangnya.

Sementara, Anggota Panitia Pengawas Kabupaten (Panwaskab) Blora, Sugie Rusyono, menambahkan, keberhasilan pelaksanaan pilkada tidak hanya ditandai dengan terpilihnya kepala daerah. Namun juga proses pemilu yang berlangsung berkualitas dan berintergitas yang diawasi secara langsung oleh masyarakat.

"Dibutuhkan peran serta dan tanggung jawab semua komponen masyarakat untuk mengawal dan menjaga demokrasi. Sehingga harus dilakukan sesuai etika politik yang baik dan benar," pungkasnya. (ams)

Dibaca : 354x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan