Kamis, 18 Januari 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Penerima Penghargaan Zero Accident di Tuban Surut

Editor: samian
Jum'at, 12 Januari 2018
Ali Imron
RAIH PENGHARGAAN : Bupati Tuban saat menjadi pembina kelima terbaik K3 se- Jatim.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Terbitnya Undang-undang (UU) Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, berpengaruh nyata terhadap perolehan penghargaan Zero Accident (nihil kecelakaan kerja) bagi perusahaan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Tahun lalu masih ada 30 perusahaan yang menyebet penghargaan tersebut, tapi sekarang hanya ada 24 perusahaan yang nihil kecelakaan kerja.

"Penyebabnya beralihnya fungsi pengawasan ke Disnakertrans provinsi sehingga pengawasan kurang maksimal," ujar Kabid Hubungan Industrial dan Jamsostek pada Dinas Penanaman Modal, PTSP Dan Tenaga Kerja Tuban, Ariful, kepada suarabanyuurip.com, melalui pesan singkatnya, Jumat (12/1/2018).

Adapun Penerima Zero Accident dari Kabupaten Tuban meliputi, Perhutani KPH Tuban, Perhutani KPH Jatirogo, Holcim, JOB P-PEJ, TBBM, TPPI, IKSG, GASUMA, Warahma Biki Makmur, FIF, Swadaya Cipta, Suprabhakti, Aziz Jaya, RSUD DR. R. Koesma, RS.  Medika Mulia, RS. NU, RS. Muhammadiyah, PJB UPJOM (PLTU TJ. AWAR2), Purbaya Bagelen, Merdeka Nusantara, PDAM Tuban, BRAVO Supermarket, RESORT Tuban Tropis, dan Hotel Purnama.

Sementara itu Penghargaan SMK3  diterima oleh UTSG, serta  Penghargaan P2HIV AIDS diraih  oleh PT. Merdeka Nusantara dan JOB P-PEJ yang kontraknya di Blok Tuban habis bulan Februari 2018 mendatang.

Sekalipun ada enam perusahaan termasuk Semen Gresik Kerja Sama Operasional (KSO) Semen Indonesia yang gagal menerima penghargaan, tapi Bupati  Tuban, kembali meraih Penghargaan sebagai Pembina K3 terbaik peringkat lima tingkat Provinsi Jawa Timur.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Tuban, Rohman Ubaid, menambahkan, selama kepemimpinan Huda-Noor, sejak dari periode pertama menjabat sampai sekarang, tidak pernah absen mendapatkan penghargaan pembina K3 terbaik. Mewakili Bupati Tuban, tahun ini, Wakil Bupati Noor Nahar yang menerima penghargaan langsung dari Menteri Tenaga Kerja RI, Hanif Dhakiri di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Mantan Camat Jenu ini menegaskan, penghargaan yang didapatkan kali ini tak lepas dari peran serta perusahaan yang ada di Bumi Wali (sebutan lain Tuban). Dimana para corporate senantiasa memberlakukan Standard Operasional Prosedur (SOP) K3 dalam menjalankan proses produksinya.

"Berawal dari kecelakaan kerja nihil semoga para pekerja akan sejahtera," harap Ubaid sapaan akrabnya.

Dalam peringatan bulan K3 tingkat nasional yang untuk pertama kalinya dilaksanakan di Provinsi Jatim ini, sebagai Inspektur Upacara adalah Menteri Tenaga Kerja RI. Dalam sambutanya menyoroti akan pentingnya penerapan K3 dalam mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Terutama dalam menyikapi program prioritas Pemerintah saat ini, yaitu dalam pembangunan infrastruktur.

“Namun sejumlah kasus kecelakaan kerja masih kerap terjadi, tentu menyebabkan kerugian baik material maupun korban jiwa," ungkapnya.

Data BPJS Ketenagakerjaan, tahun 2015 terjadi kecelakaan kerja sebanyak 110.182 kasus, sedangkan tahun 2016 terdapat sejumlah 105.182 kasus, atau  mengalami penurunan 4,6%. Sedangkan sampai bulan Agustus  2017 lalu, terdapat sebanyak 80.392 kasus.

Salah satu penyebab kecelakaan tersebut adalah belum optimalnya pengawasan dan pelaksanaan K3 serta perilaku K3 ditempat Kerja. Kepada semua perusahaan, Menaker RI berharap dapat mengamalkan amanat Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang pelaksanaan K3 disemua tempat kerja.

Upaya ini bertujuan agar tenaga kerja dan orang lain yang berada di tempat kerja terjamin keselamatannya, peralatan, dan asset. Selain itu, sumber produksi dapat digunakan secara aman dan efisien agar terhindar dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja.(Aim)

Dibaca : 467x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan