Pengajuan Data Sekolah Rusak Bojonegoro Dianggap Kurang Detail

Jum'at, 08 November 2019, Dibaca : 253 x Editor : rozaqy

Ririn Wedia
Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Mochlasin Affan


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Komici C, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyayangkan data utuh dan kurang detail yang diserahkan Dinas Pendidikan pada saat rapat pembahasan KUA PPAS APBD Bojonegoro tahun 2020 di ruang Paripurna DPRD, Jumat (8/11/2019).

Data tersebut, terkait jumlah kerusakan gedung SD dan SMP tahun 2019. Yakni, 283 lembaga SD dan 176 lembaga SMP. Ratusan data itu, tidak ada rincian baik letak sekolah maupun jenis kerusakan.

Baca Lainnya :

    "Sebenarnya, kami sudah memberi tahu Dinas Pendidikan, selain memberikan data yang detail juga target penyelesaiannya," kata Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Mochlasin Affan, Jumat (8/11/2019).

    Menurutnya, 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus digunakan untuk pendidikan. Selain itu, DBH Migas Pendidikan tahun 2018 dan 2019 mencapai Rp70 miliar. Sehingga, sekolah-sekolah yang rusak dan butuh peningkatan sarana dan prasarana bisa terpenuhi. 

    Baca Lainnya :

      "Apalagi, ada tambahan Dana Bagi Hasil Migas yang tidak hanya untuk lembaga pendidikan dasar saja," tegasnya.

      Pihaknya menyayangkan Dinas Pendidikan yang hanya menyampaikan data gelondongan atau data yang utuh dalam mengajukan anggaran perbaikan sekolah. Hal itu, semakin membuat Komisi C tidak mengetahui, apakah sekolah yang dituju sudah tepat sasaran. 

      "Kok bisa, langsung mengajukan data 459 lembaga sekolah tanpa ada rincian,"tegasnya.

      Pihaknya mencontohkan, ada satu lembaga sekolah di sekitar Lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB) di Kecamatan Ngasem yang rusak dan hampir ambruk. Tapi, belum ada tindak lanjut dari Dinas Pendidikan. 

      "Kami akan agendakan mengkrosecek di lapangan mana saja sekolah-sekolah rusak yang butuh perbaikan. Karena ini program prioritas ya," tegas Politisi Partai Demokrat ini.

      Sementara itu, Plt Dinas Pendidikan, Kuzaini, enggan dikonfirmasi terkait hal ini.

      "Jangan tanya sekarang ya, masih rapat,"pungkasnya. (rien)

       

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more