Rabu, 20 Juni 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Pengamanan Blok Cepu Belum Ideal

Editor: samian
Kamis, 08 Maret 2018
dok/sbu
BELUM IDEAL : Personil Pamobvit bersama anggota Polres Bojonegoro saat melakukan pengamanan di pintu masuk Lapangan Banyuurip.

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Jumlah personil keamanan obyek vital nasional (Obvitnas) Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dinilai masih kurang. Padahal lapangan minyak yang dikendalikan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), anak perusahaan raksasa migas Amerika Serikat (AS), itu mampu menyumbang 20 persen kebutuhan energi minyak nasional dengan jumlah produksi lebih dari 200 ribu barel per hari (bph).  

Menurut Kepala Pengamanan Obvit (Pamovit) Polda Jatim di Bojonegoro, Kompol Suwarjo, idealnya untuk pengamanan obvitnas setiap satu lokasi tambang sebanyak 150 personil. Sedangkan jumlah personil untuk pengamanan di Lapangan Banyuurip sekarang ini baru 80 orang. 

Sehingga dalam pengamanan ini, lanjut dia, pihaknya melibatkan satuan intel dari Polres Bojonegoro yang bertugas memberikan informasi untuk mendeteksi dini setiap isu yang mengancam keamanan obvitnas Lapangan Banyuurip.

"Kita libatkan intel dari masing-masing polsek sekitar. Karena mereka lebih paham situasi dan kondisi di sini," tegas ," kata Suwarjo saat berbincang dengan suarabanyuurip.com usai apel pagi di halaman Balai Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kamis (8/3/2018).

Sesuai tugasnya Pamovitnas ini melakukan pengamanan di wilayah operasi EMCL. Diantaranya Lapangan Banyuurip di wilayah Gayam, Lapangan Alas Tua Timur di Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Lapangan Alas Tua Barat di Desa Sendangharjo, Kecamtan Ngasem, dan Lapangan Kedung Keris (KDK) di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu.

Juga sepanjang pipa minyak mentah mulai Lapangan Banyuurip hingga penampungan di Lepas Pantai Palang Kabupaten Tuban. 

"Sesuai kesepakatan kerjasama antara Polda Jatim dengan SKK Migas dan operator kita hanya mengamankan wilayah operasi EMCL. Untuk Lapangan Gas Jambaran dan Sukowati nanti beda lagi petugas Pamovitnya, tapi tetap dari Polda," jelas Suwarjo.

Selama empat tahun bertugas mengamankan obvitnas Lapangan Banyuurip, kata dia, baru sekali terjadi peristiwa besar yang mengancam keamanan proyek negara. Yakni kerusuhan pekerja di dalam area fasilitas produksi saat pelaksanaan proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (Engineering, Procurement and Constructions/EPC) - 1 Banyuurip pada 1 Agustus 2015 silam, yang merusak sejumlah fasilitas perkantoran dan membakar mobil milik perusahaan.

Namun karena aturan perusahaan waktu itu tidak memperbolahkan pamobvit masuk ke dalam lokasi, lanjut Suwarjo, dirinya bersama personilnya berjaga-jaga di luar lokasi yang di bagi di dua tempat yakni barat dan timur.

"Waktu kejadian kita sudah tawarkan kepada perusahaan agar diperbolehkan masuk untuk membantu mengendalikan massa. Tapi tetap tidak diperbolehkan. Kita baru diperbolehkan masuk ketika scurity di dalam sudah kualahan menghalau ribuan tenaga kerja," ungkap pria asli Porong Sidoarjo ini.

Pascakerusuhan tersebut barulah petugas Pamobvit diperbolehkan masuk kelokasi, dengan tetap melalui pemeriksaan sesuai standart operasi prosedur (SOP) perusahaan. 

"Kejadian itu seharusnya bisa dikendalikan, dan kerusakan bisa diminimalisir andai saja sejak awal kita diperbolehkan masuk ke dalam lokasi. Karena kita memiliki teknik bagaimana menangani massa," lanjut Suwarjo.

Menurut dia, secara umum hingga saat ini situasi dan keamanan obvitnas Lapangan Banyuurip relatif aman dan kondunsif. Setiap gejolak sosial yang terjadi pihaknya lebih memberikan solusi dialog kepada masyarakat yang berkepentingan.

"Sini itu kan daerah pegunungan. Masyarakatnya tidak kaku, masih mudah diajak komunikasi. Beda dengan daerah pesisir yang selalu mengedepankan pokok e. Tapi semua tergantung strategi kita berkomunikasi dengan mereka. Bagaimana cara kita bisa menangkap ikan, tanpa membuat keruh airnya," pungkas Suwarjo.(suko)

 

 

Dibaca : 1259x
FB
Ada 2 komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Kamis, 08 Maret 2018 23:01
Hahahaha
Nur khozin
Kamis, 08 Maret 2018 13:46
Mohon HAnsip / Linmas dilibatkan tuk keamanan obyek vital seputar block banyuurip supaya lebih cepat mendetiksi n komunikasi kemasyarakat...dan untuk meningkatkan pendapatan tuk kesejahteraan.
mohammad mahmudi
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan iklan
iklan