Rabu, 22 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Pengangguran di Bojonegoro Capai Ribuan

Editor: nugraha
Rabu, 31 Juli 2013

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Keberadaan industri minyak dan gas bumi (Migas) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur belum sepenuhnya mengurangi pengangguran. Di daerah penghasil migas Blok Cepu ini jumlah pengangguran masih mencapai ribuan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro, Adi Wicaksono, mengungkapkan, jumlah pengangguran di Bojonegoro hingga saat ini masih mencapai 2000 orang yang tersebar di 28 kecamatan. Rata-rata mereka adalah berusia produktif antara 19 tahun - 45 tahun.

Menurut Adi, masih tingginya angka pengangguran di Bojonegoro ini dikarenakan beberapa hal. Diantaranya tidak sebandingnya jumlah pengangguran dengan lowongan tenaga kerja yang ada.

"Kami terus berupaya mengurangi pengangguran dengan bekerja sama dengan perusahaan yang ada disini," kata Adi kepada suarabanyuurip.com, Rabu (31/7/2013).

Diantaranya adalah untuk non migas Disnakertransos bekerjasama dengan perusahaan di bidang jasa maupun bank swasta. Sementara di sektor migas yakni menjalin kerja sama dengan kontraktor dari proyek Blok Cepu untuk mendapatkan tenaga kerja. Selain itu memberikan pelatihan dan sertifikasi dibidang migas sebagai bekal bekerja.

"Masih ada juga yang belum mengajak kita bekerjasama,kedepan kita yang jemput bola untuk meminta kebutuhan tenaga kerja," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kesejahteraan (Menko Kesra), Agung Laksono dalam safari ramadan di Bojonegoro beberapa waktu lalu, menyampaikan, secara nasional jumlah pengangguran di daerah sekitar tambang masih tinggi. Sehingga pihaknya meminta pemerintah daerah untuk menekan jumlah pengangguran tersebut.

"Kami minta Pemkab, khususnya Bojonegoro agar mengutamakan masyarakat disekitar tambang," tegas Agung.

Dia menjelaskan, kandungan migas di Bojonegoro ini cukup besar sehingga diharapkan bisa memberikan dampak positif dan dapat memajukan sumber daya manusia (SDM) masyarakatnya. Sebab dengan adanya industri migas secara otomotasi akan memunculkan investasi-investasi yang akan membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan.

"Inilah yang harus dipersiapkan Pemkab sejak sekarang. Jangan sampai masyarakat hanya menuntut pekerjaan, tapi mereka tak punya keahlihan sehingga bisa merugikan investor," papar Agung

Menkokesra mengaku, terus memantau kesejahteraan masyarakat tidak hanya di Bojonegoro, melainkan se Indonesia. Akan tetapi karena saat ini Bojonegoro kaya akan minyaknya tentu menjadi prioritas utama.

"Jangan sampai peluang besar ini disia-siakan," tegas Agung.(Rien)

Dibaca : 909x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan