Jum'at, 22 Juni 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Pengembangan Wisata 'Ampo' Terganjal Pengrajin

Editor: nugroho
Selasa, 29 Mei 2018
ali imron
SULIT BERKEMBANG: Salah satu perajin sedang melakukan proses pembuatan Ampo di Dusun Trowulan, Desa Bektiharjo, Kabupaten Tuban.

SuaraBanyuurip.com Ali Imron

Tuban - Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban, Jawa Timur, mengaku belum bisa mengembangkan konsep wisata 'Ampo' di Dusun Trowulan, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding. Salah satu penyebabnya, sedikitnya jumlah pengrajin camilan yang berasal dari tanah liat hitam tersebut. 

"Sebetulnya ini merupakan potensi wisata yang unik dan langka," ujar Kepala Bidang Pariwisata Disparbudpora Tuban, Suwanto, Suwanto, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (29/5/2018).

Mantan pegawai Bappeda Tuban ini, menilai pengrajin Ampo terbatas, sehingga keterlibatan masyarakat sekitar dalam satu konsep pengembangan wisata masih belum bisa dimunculkan. Oleh karena itu, barus ada potensi wisata desa yang lain untuk digandengkan.

Pria ramah ini, juga sudah komunikasi dangan Pemerintah Desa (Pemdes) untuk dijadikan salah satu potensi desa wisata. Tahun ini intansinya yang berkantor di Jalan Manunggal Tuban, membantu pembangunan di wisata Watu Ondo. 

Adanya perhatian dari Pemkab Tuban, sebenarnya sangat dinanti oleh satu-satunya pengrajin Ampo di Desa Bektiharjo, Sarpik (36). Ibu dari empat anak ini, merupakan generasi kelima yang masih mempertahankan Ampo sebagai penyambung hidup keluarganya. 

"Membuat Ampo butuh feeling dan tidak semua orang bisa," terangnya. 

Sekalipun belum pernah ada perhatian dari pemangku kebijakan, Sarpik tetap setia dan terus memproduksi cemilan renyah ini. Dalam sebulan, dia mampu menjual 3 kuintal Ampo dengan market di Tuban, Bojonegoro, Kediri, Malang, dan Bandung. 

"Turis dari Spanyol, Amerika, dan Taiwan juga tertarik dan menyukai Ampo waktu lalu," jelas Sarpik.

Dikonfirmasi soal pemberdayaan Ampo, Kepala Diskoperindag Tuban, Agus Wijaya belum memberikan keterangan resmi. Pesan yang dikirimkan sejak hari Senin (28/5/2018) kemarin, belum direspon. (aim)

 

 

Dibaca : 433x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan iklan
iklan