Rabu, 26 Juni 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Penggilingan Padi Tuban Hasilkan Beras 36 ton/hari

Editor: nugroho
Kamis, 27 Desember 2018
Ali Imron
TINJAU : Bupati Fathul Huda melihat produksi beras hasil penggilingan program hulu hilir agro maritim.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Kabupaten Tuban dipenghujung tahun 2018 telah memiliki gudang penggilingan padi program hulu hilir agro maritim Jawa Timur. Gudang yang berada di Desa Ngadirejo, Kecamatan Widang atau tepi Sungai Bengawan Solo, itu dalam sehari mampu menghasilkan beras 36 ton.

"Gudang penggilingan gabah sekaligus produksi beras ini memiliki luas 1.006 meter persegi," ujar Bupati Tuban, Fathul Huda, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (27/12/2018).

Bupati petahana di Tuban Bumi Wali menjelaskan, gudang tersebut terdiri dari gudang produksi yang memiliki dua mesin dryer. Masing-masing berkapasitas 30 ton dan enam ton dan mampu memproduksi beras 36 ton per hari.

Gudang tersebut secara mandiri dikelola oleh Gapoktan Tri Mulyo Tani yang beranggotan 603 petani, dengan luas lahan garap mencapai 261 hektar. Adapun hasil produksi beras oleh Gapoktan ini memiliki kualitas medium hingga premium.

Bupati kelahiran Kecamatan Montong menilai program ini akan strategis apabila dapat dikelola dengan baik. Program tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan petani karena memiliki nilai tambah, selain itu juga solusi penampung gabah saat panen raya. 

"Terima kasih juga kepada Dinas Pertanian Provinsi Jatim yang telah memilih Kabupaten Tuban sebagai pilot project pengembangan program tersebut," imbuh Bapak empat anak ini.

Mantan Ketua PCNU Tuban itu merasa yakin dan optimis pada pemasaran beras yang diproduksi. Keberadaan gudang penggilingan tersebut merupakan permulaan. Perlu adanya peningkatan kualitas SDM untuk dapat mengolah gabah menjadi beras siap jual. Tidak hanya itu, sangat penting membangun jaringan guna mendukung pemasaran yang lebih luas. 

Kabupaten Tuban saat ini mengalami surplus beras, sehingga diharapkan akan mencukupi ketersediaan beras lokal untuk konsumsi masyarakat Kabupaten Tuban.  Diharapkan kedepannya beras  dari sini bisa menyuplai semua wilayah kecamatan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahana  Pangan (DPKP) Tuban, Murtadji menyatakan program Hulu Hilir Maritim dilaksanakan di lima kabupaten di Jawa Timur. Sampai saat ini, Kabupaten Tuban menjadi yang terbaik dalam pelaksanaannya.

Program ini dibuat untuk mempermudah petani dalam hal pengolahan dan pemasaran, sebab selama ini petani dianggap masih kesulitan dalam dua hal tersebut. Selama ini pertanian di kabupaten berjuluk kota seribu goa masih pada pengaturan di hulu saja.

"Adanya program ini, masalah pemasaran diharapkan tidak jadi masalah lagi bagi petani kita," terangnya.

Adapun dipilihnya Kecamatan Widang sebagai pilot project karena dinilai memiliki karakteristik yang mampu melaksanakan tanam padi, hingga tiga kali dalam setahun. Sekaligus demi keberhasilan program, pendampingan langsung diberikan dari DPKP Tuban maupun Provinsi, serta Dewan Riset Daerah Jawa Timur. 

Melalui Program Hulu Hilir Agro Maritim dari Pemprov Jawa Timur, Gapoktan Tri Mulyo Tani mendapat modal pinjaman sebesar Rp9,6 miliar dengan bunga 6 persen per tahun dari Bank Jatim.

Program mandiri ini dimana semua pembelian alat dan pengelolaan dilakukan secara mandiri oleh anggota Gapoktan. Sedangkan untuk pemasarannya, saat ini telah bekerjasama dengan bank BNI 46 melalui agen BNI 46 yang menjadi penyedia beras dalam Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) serta dengan Bank atau Lembaga lainnya. (aim)

Dibaca : 939x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan