Senin, 16 Juli 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Penggunaan DBH Migas Bojonegoro Tak Jelas

Editor: nugroho
Jum'at, 07 Februari 2014

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur enggan membeberkan penggunaan dana bagi hasil (DBH) minyak dan gas bumi (migas) yang didapat selama kurun waktu tiga tahun terakhir.

Sesuai data dari Pendapatan Daerah Dinas Pendapatan (Dispenda) Bojonegoro, perolehan DBH pada tahun 2013 untuk minyak bumi terealisasi senilai Rp411.074.180.413 dari target senilai Rp 445.497.072.431. Sedangkan DBH untuk gas bumi terealisasi sebesar Rp 3.437.557.002 dari target 2.420.067.948

“Sementara DBH migas yang dialokasikan untuk pendidikan sebesar Rp 11.298.183.878 dari target sebesar Rp 14.433.235.747,” Kepala Bidang Perimbangan dan lain-lain Dispenda Bojonegoro, Muhadi.

Namun, untuk pemanfaatan DBH Migas tersebut adalah kewenangan Badan Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah (BPKKD). 

“Kalau untuk alokasi DBH Migas baik pendidikan maupun pembangunan lainnya, ranahnya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah atau Bappeda. Jadi silakan tanya ke Bappeda saja,” saran Kepala BPKKD Bojonegoro, Ibnu Suyuti.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Bappeda Bojonegoro, Moch Anwar Mukhtadlo, terlihat heran dengan pertanyaan terkait DBH Migas. Karena seharusnya dana tersebut dikelola oleh BPKKD, bukan di Bappeda.

"Ya memang perencanaan pembangunan ada di Bappeda, tapi masih rencana belum pelaksanaan. Yang menganggarkan bukan kami," sambung Anwar.

Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Ali Mahmudi, mengaku, tidak tahu menahu terkait alokasi dari DBH Migas.

“Kalau penerimaan kami ada laporannya, tapi peruntukannya tidak ada. Jadi kami tidak tahu," imbuhnya.(rien)

 

Dibaca : 1257x
FB
Ada 1 komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Jum'at, 07 Februari 2014 16:39
Nek aku lho ngerti DBH kanggo opo, DBH kuwie kanggo mbangun bojonegoro. Biasane sing gak ngerti kuwie DPRD, LSM, WARTAWAN, wong2 iku lagi ngerti nek wis di tabok amplop. Wooalah sengojo ethok2 ra ngerti, jenenge pemerintah yow tetep mbangun tow yow yoooooooowwwww. podo pinter tapi ethok2 gak ngerti. Mosok kalah karo aku, atase molank sapi neng pasar wage mbaru wae ngerti kok, tapi sing podo pinter mripate podo klilipen boto. Colowox kabeh...........
Kadrie Molank
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan