Senin, 25 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Pengiriman Tanah Urug EPC 1 Kembali Normal

Editor: nugroho
Selasa, 18 September 2012
sam
Mulai normal : Sejumlah dump truck pengangkut tanah urug mulai beraktifitas lagi setelah sempat terhenti dua hari.

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro-Sempat terhenti dua hari yakni Minggu hingga Senin (16-17/9/2012), akhirnya proyek pengurukan lahan central processing fasility (CPF) Banyuurip, Blok Cepu, berjalan kembali. Meski belum normal seperti sedia kala, namun sejumlah dump truck pengangkut tanah urug mulai melakukan pengiriman pedel di Well Pad A dan B Desa Mojodelik, Selasa (18/9).

Pengiriman pedel untuk proyek Engineering Procurement and Construction (EPC)-1 Banyuurip itu berjalan setelah Warga Dusun Sukorejo atau biasa disebut Puduk, Desa Bonorejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, membongkar tenda dan mengakhiri pemblokiran di akses road yang dikerjakan PT. Tripatra Engineers & Constructors, kontraktor Mobil Cepu Limited (MCL), Senin (17/9) malam sekitar pukul 21.00 wib.

Pantauan disekitar lokasi Wellpad A dan B menyebutkan, meski masih menyiskan satu tuntutan yang belum dipenuhi operator maupun Tripatra yakni kompensasi tunai akibat polusi debu sebesar Rp. 1,5 juta per kepala keluarga (KK) per bulan selama proyek pengurukan berlangsung, namun warga sudah membongkar tenda yang didirikan di tanah kas desa (TKD) Bonorejo yang berada didalam akses road. Pembongkaran itu dilakukan warga setelah adanya kesepakatan dengan Ditpam Obvit dan Polsek Gayam yang difasilitasi pemerintah desa (Pemdes) Bonorejo.

Sumiati, warga Puduk menyatakan, pembongkaran tenda itu dilakukan karena kompensasi dari pembebasan lahan yang dijanjikan PT. Etika Dharma Bangun Sejahtera (EDBS), mitra PT. Bangkit Bangun Sarana (BBS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro diberikan warga.
"Dana 50 juta yang dijanjikan sudah dikasih, Mas. Dana itu untuk membangun Mushola Puduk," kata Sumiati.
Hanya saja, dia mengaku tidak mengetahui terkait kompensasi tunai sebesar Rp.1,5 juta/KK/bulan selama proyek EPC – 1 Banyuurip berlangsung sudah disepakati atau belum.

“Yang saya tau hanya dana untuk pembangunan Mushola Puduk saja," terang wanita paruh baya itu.

Terpisah, Kamidin, Direktur CV Prima Abadi ketika dihubungi via teleponnya menyatakan, aktivitas pengiriman tanah urug sudah berjalan mulai hari ini. Hanya saja dump truck itu melakukan pengiriman pedel dilokasi Wellpad A dan B.
"Alhamdulillah pengiriman pedel sudah kembali lancar seperti biasanya Mas,"kata Kamidin (18/9/2012).
Dia berharap, dari dinas terkait untuk selalu melakukan koordinasi dengan warga sekitar. Agar kejadian pemblokiran tidak akan terualang lagi.
"Saya yakin jika keluhan warga direspon tidak akan ada gejolak sosial yang berkepanjangan. Yang akirnya berbuntut pada target penyelesaikan proyek," imbuhnya. (sam/suko)

Dibaca : 1028x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan