Kamis, 13 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Pengunjung Wisata Kedungpupur Belum Terdeteksi

Editor: samian
Sabtu, 06 Oktober 2018
Ahmad Sampurno
RAMAI PENGUNJUNG : Ketua LMDH Desa Ledok, Sudarwo Afsanto (kaos putih) sedang menerima pengunjung masuk wisata Kedungpupur.

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Meski telah banyak pengunjung wana wisata Migas Kedungpupur Desa Ledok, Kecamatan Sambong, Kabupatan Blora, Jawa Tengah, namun belum terdeteksi berapa jumlah dan intensitas pengunjung pada sumur tua yang rencanana bakal dijadikan salah satu obyek wisata migas tersebut.

Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Ledok, Sudarwo Afsanto, menyampaikan, sekira sepuluh titik sumur tua di lapangan minyak Ledok yang nantinya akan menjadi jujugan para pengunjung wisata.

Meski belum resmi dibuka, namun sumur tua di kawasan itu sudah banyak wisatawan yang mengunjungi. Termasuk wisatawan dari mancanegara yang tertarik dengan penambangan sumur tua di wilayahnya.

"Belum bisa terdeteksi, jumlah pengunjung yang mendatangi sumur tua," papar pensiunan Perhutani ini.

Afsanto menyebutkan, belum dibukanya secara resmi lokasi wisata itu menjadi salah satu penyebab belum diketahuinya jumlah pengunjung yang datang.

"Kedepan akan diberlakukan tiket masuk supaya mempermudah mengetahui tingkat pengunjung dan akan disediakan paket kunjungan wisata," terang pria ramah ini saat berada di salah satu titik sumur tua.

Saat ini LMDH beserta pihak lain yang terlibat dalam pengelolaan wisata tersebut, termasuk didalamnya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat, tengah mempersiapkan segala kebutuhan administasi untuk menyongsong dilaunchingnya wana wisata Migas Kedungpupur.

Pria berkulit sawo matang ini menjelaskan, untuk sementara, pengelolaannya ditangani oleh LMDH secara swadaya. Itupun hanya lokasi Kolam Renang. Pengunjung yang masuk dikenai karcis sebesar Rp5.000 untuk sepeda motor.

Sementara untuk mobil dikenai Rp10.000. Itu dianggap bukan tiket masuk, tapi sebatas sumbangan untuk perawatan dan penambahan fasitas penunjang.

"Dananya akan dibuat bayar pekerja sebanyak enam orang serta operasional lainnya," ucapnya.

Di jelaskan, tidak setiap hari warga mengunjungi obyek wisata kolam renang. Hanya di hari Sabtu dan Minggu saja.

"Rata-rata 500 kendaraan bermotor keluar masuk kawasan wisata," katanya saat berbincang dengan suarabanyurip.com dalam suatu kesempatan.

Menurutnya, tidak semua pengunjung berenang. Sebagian hanya menikmasti suasanan asri hutan ledok yang masih rindang. "Hanya bersantai dan menikmati suasana hutan bersama keluara," ujarnya sembari menambahkan, bahwa pihaknya akan menambah obyek foto dibeberapa titik.

Kepala Desa Ledok, Sardi, menambahkan, sementara ini untuk perawatan dilakukan secara swadaya dari hasil karcis masuk.

"Termasuk pengurasan dan pengisian kolam renang. Serta kebutuhan listrik," kata dia. 

Dirinya berharap, paket wisata bisa segera direalisasikan supaya bisa menarik pengunjung untuk datang.

"Harapannya wisata ini segera dibuka secara resmi," pungkasnya. (ams)

Dibaca : 483x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>