Selasa, 21 Mei 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Pencurian dengan Surat Perintah Kerja Palsu

Pengusaha Asal Pati Juga Menjadi Korban

Editor: nugroho
Senin, 29 April 2019
Ahmad Sampurno
PASINGI POLIC LINE : Tempat kejadian Perkara di Desa Sekaran Kecamatan Kasiman, yang melibatkan korban asal Pati Jawa Tengah.

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Korban pencurian tanki bekas yang dilakukan Robi Sasmoko (29), warga Tuban, Jawa Timur, terus bertmbah. Selain PT Nusa Bhakti Wiratama (NBW), pelaku diduga juga melakukan pencurian di CV Naga Besi asal Pati, Jawa Tengah.

Modusnya sama. Pelaku mengelabuhi korbanya dengan menggunakan Surat Perintah Kerja Palsu (SPK) palsu.

Direktur CV Naga Besi, Basiman menjelaskan peristiwa tersebut berawal saat pelaku datang ke tempatnya untuk membicarakan pekerjaan pembersihan. Pelaku memberikan SPK palsu dari PT Bukaka Teknik Utama.

SPK tersebut untuk melakukan pembersihan material di wilayah Desa Sekaran, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro. Nilai pekerjaanya Rp11 miliar, dengan rentang waktu pekerjaan11 Maret - 15 April 2019. 

"Yang saya tahu Robi adalah salah satu pengusaha di PT Bukaka Teknik Utama," kata Basiman kepada suarabanyuurip.com melalui telepon genggamnya, Jumat (26/4/2019).

Sebelum melakukan pekerjaan pembersihan, korban dan pelaku beberapa kali melakukan pertemuan dengan warga. 

Semula pekrjaan berjalan lancar. Namun masuk hari ke delapan pekerjaan dihentikan oleh pihak desa.

"Baru delapan hari bekerja, tiba-tiba dihentikan oleh pihak desa dibantu kepolisian," ungkapnya. 

Akibat peristiwa tersebut, Basiman mengaku mengalami kerugian sekitar Rp200 juta untuk tenaga kerja dan lain-lain.

"Tapi Robi sampai saat ini tidak bisa dihubungi," ucapnya.

Robi telah ditangkap jajaran Polres Blora akibat kasus pencurian tanki bekas di Cepu. 

"Selasa besok saya juga mendapat panggilan dari Polres Blora untuk menjadi saksi," katanya.

Disinggung tentang kasus pencurian di Cepu, Basiman mengaku tidak tahu.

"Itu saya tidak tahu," tegasnya.

Pada Sabtu (27/4/2019) sore, wartawan suarabanyuurip.com mendatangi lokasi kejadian di Desa Sekaran, Kecamatan Kasiman. Di tempat tersebut terdapat dua unit truk. Satu diantaranya terdapat tulisan Tanah dan Aset ini milik PT Astha  Cipta (PT ACR) Rencana yang ditempel dibagian depan truk. Di lokasi pasangi garis polisi di bagian pagar aset tersebut.

"Saya kurang tahu pasti. Kemungkinan sudah satu bulan," ujar Sekretaris Desa Sekaran, Sekdes Deya Ernanti, Sabtu (27/4/2019) petang.

Dia mengaku tidak mengikuti perkembangan persoalan tersebut.

"Pak Kades yang lebih tahu. Di sana juga ada penjaga dari warga sekitar," ujarnya sambil menyarankan untuk konfirmasi ke kepala desa setempat.

Sementara Kades Sekaran, Sunarso, menyampaikan terpaksa menghentikan pekrjaan CV Naga Besi lantaran ada legalitas yang belum dilengkapi. Sementara ada pihak lain yang mengklaim aset tersebut.

"Kedua belah pihak sudah kami pertemukan. Karena ada legalitas belum lengkap,  pekerjaan kami hentikan dengan meminta bantuan Polisi," sambungnya dikonfirmasi terpisah melalui telepon genggamnya, Sabtu (27/4/2019) malam.

Sunarso tidak bisa memberikan penjelasan lebih banyak. Perbincangan terputus-putus.  

"Minggu atau Senin bisa ketemu," pungkasnya. 

Diberitakan sebelumnya, Polres Blora, Jawa Tengah, terus mengembangkan kasus pencurian sembilan tangki bekas milik PT Nusa Bhakti Wiratama (NBW) yang terjadi pada 10 April 2019 lalu. Kerugian akibat pencurian tersebut mencapai Rp1,5 miliar. 

Pencurian dilakukan Robi Sasmoko (29), warga jalan Pangeran Diponegoro, No 16 Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. 

Dari hasil penangkapan tersebut, polisi mengamankan lempengan besi potongan tangki, tiga buah bender pemotong besi, dan tiga buah tabung gas elpiji 3 kg. Lalu 12 buah tabung oksigen, tiga buah kunci inggris, satu buah linggis, tiga buah korek api.

Kemudian satu unit Colt Pick Up Mitsubishi, nopol: H-1897-UN, tahun 2013, warna biru pasifik, Handphone Merk Iphone milik tersangka, tiga lembar SPK Palsu dan buku rekening BCA atas nama tersangka. 

Akibat perbuatannya,  pelaku disangka pasal pasal 363 ayat (1) ke-5 Jo pasal 55 KUHPidana tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan.(ams)

Dibaca : 8948x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan