Jum'at, 21 September 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Dampak Kenaikan Harga BBM

Pengusaha Katering di Banyuurip Mulai Kelimpungan

Editor: nugroho
Rabu, 19 November 2014

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Razqy

Bojonegoro- Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) juga berimbas pada pengusaha katering di sekitar Lapngan Minyak Banyuurip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Mereka selama ini melayani kebutuhan makan ribuan para pekerja proyek engineering, procurement and constructions (EPC) Banyuurip.

Kepada Suarabanyuurip.com sejumlah pengusaha katering mengaku terancam merugi akibatnya naiknya BBM. Seperti yang dialami Kartini, salah satu pengusaha katering dari Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam.

"Ya jelas berdampak, Pak," katanya Selasa (19/11/2014).

Dia menuturkan, kenaikan harga BBM berimbas pada naiknya harga kebutuhan makanan. Terutama harga cabe.Kartini mengungkapkan, harga cabai saat ini antara Rp.60 - Rp.80 ribu.

"Belum lagi dagingnya, tapi untungnya untuk beras masih standar," paparnya.

Sejak dimulainya proyek minyak Banyuurip Blok Cepu, Kartini bersama sejumlah pengusaha lainnya memasok kebutuhan makanan ke beberapa subkontraktor. Sebelum kenaikan BBM, harga per kotak kateringnya untuk para pekerja kasar Rp8 ribu. Sedangkan untuk karyawan antara Rp30 ribu-Rp40 ribu.

"Harga segitu menunya sudah lumayan enak, tapi kalau sekarang harga pada naik kami terus bagaimana," keluhnya.(roz)
 

Dibaca : 897x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan