Jum'at, 22 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Pengusaha Kecil Dilatih Berkompetisi

Editor: nugroho
Kamis, 10 Desember 2015
totok martono
ANTUSIAS : Pengusaha kecil Lamongan saat mengikuti program percepatan sertifikasi menyongsong MEA.

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Badan Nasional Sertifikasi menggelar percepatan sertifikasi kompetensi yang berbasis koperasi dan UMKM. Pelatihan ini untuk menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai diperlakukan 2016 mendatang.

Ketua Dewan Pengarah LSP Manajmeen Produktivitas Jawa Timur, Hari Sugiri mentatakan, pihaknya mendapat kuota sebanyak 1.250 paket yang mana tiap paket terdiri dari 20 asesi. Sehingga jika ditotal Propinsi Jawa Timur mendapat kuota sejumlah 25.000 asesi.

Kabupaten Lamongan sendiri mendapat kuota sebanyak 100 paket atau sebanyak 2.000 asesi. Namun karena banyaknya antusias dari para pelaku koperasi dan UMKM, Lamongan mendapat kuota 3.000 asesi.

"Karena Lamongan mempunyai banyak asesor yakni sebanyak 44 asesor yang biasanya di Kabupaten lain belum tentu mempunyai asesor,” jelas Hari Sugiri dalam Uji Sertifikasi Kompetensi Pelaksanaan Pemasaran UMKM bagi UMK di Pendopo Lokatantra Pemkab Lamongan, Kamis (10/12/2015).

Dijelaskan oleh Kepala Diskopindag Kabupaten Lamongan Gunadi,  uji kompetensi dilaksanakan pada tanggal 10 sampai dengan 14 Desember 2015. Yakni tahap I di Pendopo Lokatantra sebanyak 200 asesi, tahap II sampai V di Unisla sebanyak masing-masing 800 asesi yang dilaksanakan tiga kali dan yang terakhir 400 asesi.

Di Kabupaten Lamongan terdapat 256.000 UMKM, khusus untuk perdagangan dan industry sebnayak 56.000 dan yang potensial sebanyak 15.000 dan terdapat 7 (tujuh) yang aktif sampai dengan ekspor ke Luar Negeri seperti ekspor tenun ikat parengan, sepatu tas enceng gondok dan batok kelapa, snack dan meja kursi.

Menurut Ketua Asosiasi Asesor Kompetensi Indonesia Khaerul Jaelani, kompetensi adala suatu keniscayaan yakni suatu keharusan di jaman modern ini. Para pengusaha harus mempunyai keahlian terutama dalam menghadapi MEA yang sudah di depan mata.

“Terdapat tiga titik poin yang selalu berkaitan. Yakni produk yang berkualitas dan kompetetif, dapat memenuhi minat pasar (consumer need) serta pemasaran, “ urai dia.

Pj Bupati Wahid Wahyudi mengatakan bahwa MEA adalah pertarungan ekonomi dengan 10 negara ASEAN. Sehingga UMKM Lamongan perlu mempersiapkan diri agar tidak tergilas persaingan ekonomi bebas.

“Jangan menjadi orang biasa karena tidak akan terlihat. Tetapi juga jangan menjadi orang yang berambisi menjadi orang yang luar biasa karena akan sangat suli. Maka jadilah orang yang berkompeten agar dapat eksis dalam menghadapi keadaan apapun”, pesan Wahid Wahyudi.(tok)

Dibaca : 680x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan