Senin, 25 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Perempuan Ring 1 Sukowati Dilatih Olah Limbah

Editor: nugroho
Kamis, 24 Desember 2015
ririn wedia
KREATIF : Ibu-ibu di ring 1 sukowati dilatih mengolah limbah sisa potongan kain menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Operator migas Blok Tuban,  Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) menggelar pelatihan kepada ibu-ibu ring 1 Lapangan Sukowati di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Pelatihan yang diikuti oleh 20 orang tersebut berupa pemanfaatan kain perca menjadi barang layak jual. Karena sisa kain perca yang selama ini dianggap sebagai sampah, ternyata bisa menjadi lahan penghasilan yang menjanjikan.

"Butuh proses untuk menyulap kain perca menjadi barang bermanfaat," kata Pimpinan Pelangi Nusantara, Ir Endahing Noor Suryanti, Kamis (24/12/2015).

Proses tersebut di antaranya merangkai, menyetrika, menggunting maupun melipat kain potongan kecil-kecil. Kain itu merupakan sisa potongan dari para penjahit yang selam ini dibuang sia-sia. Kemudian dimanfaatkan menjadi barang siap pakai. Misalnya, baju, tas, aksesoris, dan home dekoration.

"Bahannya semua dari sisa kain perca dari pabrik, maupun penjual kain. Kemudin dijadikan produk kraf, seperti sarung bantal kursi, seprai, gorden, tutup galon. Home dekoration, dan aksesoris, tas wanita, dompet, serta baju," ujarnya. 

Pelatihan pemanfaatan limbah itu merupakan program corporate social responsibility (CSR) dari JOB P-PEJ tahun 2015. Dalam pelaksanaannya, JOB P-PEJ bekerjasama dengan lembaga pelatihan, ketrampilan dan pembersayaan masyarakat kreasi pelangi.

"Setelah pelatihan maka pesertta secara otomatis akan masuk kedalam komunitas," katanya.

Dalam pelatihan ini, tujuanya untuk memberi nilai tambah pendapatan, juga memanfaatkan limbah. Kendalanyan, kata dia, menjaga mereka tetap berkelanjutan, fokus pemberdayaan perempuan dan menciptakan produk yang bisa bersaing. Sedangkan, dalam komunitas Lintas Nusantara bisa memasarkan jangkauan pasar yang sudah ekspor.

Salah satu peserta workshop, Juwariyah (51) Warga Dukuh Plosolanang, Desa Campurejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro mengungkapkan, sebelumnya belum pernah memanfaatkan limbah kain sebagai bahan siap pakai.

"Sebelumnya kalau ada limbah kain itu ya dibakar atau dikubur," katanya.

Sebelumnya, dia mengaku belum pernah bikin pemanfaatan limbah kain. Pada pelatihan ini, dia akan memanfaatkan kain perca untuk dibuat tas. Wanita yang keseharianya seorang penjahit itu setelah mengikuti pelatihan menagaku punya rencana untuk memanfaatkan limbah kain yang dimiliki.

"Limbahnya banyak, setelah pelatihan ini rencananya akan memanfaatkan limbah kain untuk bisa dijual," ucapnya.

Field Admin Superitendent JOB PPEJ, Akbar Pradima, mengatakan, program CSR yang diberikan ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah pengeboran.

"Ini juga merupakan salah satu penciptaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat. Jadi tidak bergantung pada pengeboran migas," ujar Akbar Pradima didampingi Public & Government Relations, JOB Pertamina – Petrochina East Java, Galih Agusta.

Selain sebagai pemanfaatan untuk pelatihan industri kreatif, kata dia, pada hari ini pihak JOB P-PEJ juga memberi pelatihan tentang komputer. Rata-rata peserta dari tujuh desa yang mengikuti pelatihan itu merupakan warga yang awam mengenai pengoperasian komputer.

"Sehingga ini bisa menjadi modal mereka mencari lahan pekerjaan," pungkas  Akbar.(rien)

Dibaca : 487x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan