Minggu, 19 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Pasca Tes Perangkat Desa Serentak di Bojonegoro

Perintahkan Camat Cari Korban Penipuan Perangkat Desa

Editor: samian
Jum'at, 03 November 2017
ririn wedia
RAPAT EVALUASI RUTIN : Bupati Suyoto menginstruksikan kepada semua camat untuk mencari korban penipuan perangkat desa.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

 

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto, menginstruksikan kepada seluruh Camat di wilayahnya untuk mencari korban penipuan perangkat desa dan mengantarkannya sampai ke kepolisian untuk memberikan laporan.

“Mulai sekarang semua camat harus mencari korban yang tertipu, kalau perlu antar sampai ke kepolisian," kata Bupati Suyoto saat rapat evaluasi rutin di Rumah Dinas, Jumat (3/10/2017).

Perintah itu dikeluarkan Suyoto setelah adanya laporan Mulyono (33), warga Desa Kuniran, Kecamatan Purwosari, yang melapor ke Polres karena gagal menjadi perangkat desa, setelah memberikan sejumlah uang kepada Kepala Desanya, MSI.

“Itu sudah ada yang lapor polisi, camat harus cari tahu apakah ada korban lagi," tegas bupati dua peruode itu.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu S Bintoro menjelaskan kronologis kejadian bermula pada 9 April 2015 korban menyerahkan uang kepada saudara terlapor, yaitu MSI (40) sebesar Rp30.000.000. 

Kemudian korban menyerahkan uang kembali pada 13 oktober 2017 sebesar Rp60.000.000. Menyusul setelah itu pada 19 oktober korban menyerahkan uang kembali sebesar Rp30.000.000. 
Penyerahan itu sesuai perjanjian terlapor akan dijadikan sebagai perangkat Desa Kuniran. Korban melapor setelah mengikuti tes pengisian perangkat desa serentak pada 26 Oktober dengan hasil tidak lolos. 

Namun saat menanyakan uang dan janji kades untuk dapat diloloskan menjadi perangkat desa, korban mendapat jawaban tidak memuaskan dan terkesan mengabaikan. Dari situlah akhirnya Mulyono merasa tertipu dan melaporkan ke Polisi.

Laporan Mulyono telah diterima pihak Kepolisian pada Kamis (2/10/2017) kemarin. Berdasarkan laporan tersebut, maka terlapor dikenai pasal 372 dan 378 KUHP,  atas tindakan penipuan dan penggelapan uang. 

“Kami akan segera memproses laporan yang masuk tersebut,” tegas AKBP Wahyu Sri Bintoro.(rien)

 

Dibaca : 519x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan