Selasa, 18 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Permintaan Maaf Kades Kablukan ke NU dan Banser Karena Paksaan

Editor: nugroho
Rabu, 21 November 2018
Ali Imron
Surat pernyataan permohonan maaf yang ditandatangani Kades Kablukan, Suseni Ediyono.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Beredarnya surat permintaan maaf Kades Kablukan, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Suseni Ediyono, kepada Banser (Barisan Anshor Serba Guna) dan NU (Nahdlatul Ulama), ternyata bukan atas kemauannya. Melainkan diduga ada paksaan dari pihak lain.

Hal itulah yang memicu Majelis Wakil Cabang (MWC) Bangilan, tetap melaporkan Kades Kablukan ke Polres Tuban. 

 "Kemarin terbongkar bahwa surat permintaan maaf itu bukan atas kemauan pribadi si Kades," ujar Wakil Ketua Pengurus Cabang (PC) NU Tuban, Didik Purwanto, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (21/11/2018).

Camat Tambakboyo menjelaskan, dalam surat pernyataan bermaterai 6000 bertanda tangan oknum Kades Kablukan, juga ditandatangani dua saksi dan Camat Bangilan. Pernyataan tersebut dibuat di Bangilan pada tanggal 19 November 2018. 

Isinya, pemilik akun Facebook 'Suseno Ediyono' secara sadar dan menyesal mengakui salah dan khilaf atas komentarnya di Youtube yang berisi ujaran kebencian, dan fitnah dan pelecahan terhadap Banser. 

Atas komentar tersebut secara pribadi dan tanpa paksaan dari pihak manapun, Kades Kablukan meminta maaf sebesar-besarnya kepada Banser dan warga NU umumnya. Pelaku juga berjanji tidak mengulangi perbuatannya lagi, dan siap untuk menghapus komentar tersebut. 

Pada bagian penutup surat permintaan maaf, Kades Kablukan juga mengatakan, jika dikemudian hari mengulangi perbuatannya lagi, dia siap diproses sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Munculnya surat pernyataan tersebut, berawal dari komentar Kades Kablukan, Kecamatan Bangilan, Suseno Ediyono yang menggegerkan pengguna media sosial Youtube, karena menantang Barisan Anshor Serba Guna (Banser) dan Nahdlatul Ulama (NU) se-Indonesia.

Tak hanya menantang, Kades Kablukan juga diduga telah melakukan ujaran kebencian dengan umpatan tak sopan di video Gus Muwafik bertemakan jangan nantang perang NU. Video itu diunggah dua bulan lalu, dan baru viral pekan ini setelah di screnshoot dan disebar group WhatsApp. 

Camat Bangilan, Deny Susilo, membenarkan jika oknum Kades Kablukan telah mengujar kebencian di Youtube. Pihak Banser dan NU sudah bertemu yang bersangkutan, dan sudah dimaafkan. 

"Saya harap persoalan ini selesai," harapnya. 

Keterangan dari orang sekitar, oknum Kades bersikap aneh selama tiga tahun terakhir. Gara-garanya yang bersangkutan belajar keagamaan melalui video dan buku-buku, tanpa ada pendamping guru atau kiai.

Hingga berita ini diterbitkan Kades Kablukan juga belum bisa diwawancara. suarabanyuurip.com kemudian berupaya menghubungi Sekdes Kablukan, Edy Priyono, namun belum bisa dikonfirmasi. Nomor telepon keduanya sedang tidak aktif.(aim)



Dibaca : 3426x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan