Senin, 19 Agustus 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Perpustakaan Bojonegoro Dikembangkan Menuju Kewirausahaan

Editor: nugroho
Kamis, 25 Juli 2019
d suko nugroho
SOSIALISASI : Salah satu nara sumber dari pegiat literasi yang dihadirkan dalam kampanye pembudayaan kegemaran membaca.

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Perpustakaan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akan dikembangan menuju enterprenuer sehingga bisa menumbuhkan pengusaha-pengusaha industri kreatif yang berasal dari komunitas baca yang ada di masing-masing perpustakaan.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Arsip dan  Perpustakaan Daerah Bojonegoro, Kamidin saat sosialasi pembudayaan kegemaran membaca bertajul "Implementasi Revolusi Mental Menuju Indonesia Cerdas 2024" yang dilaksanakan Perpustakaan Nasional di Ruang Angling Dharma lantai II Pemkab Bojonegoro, Kamis (25/7/2019).

Menurut dia, rencana tersebut sebagai upaya lebih menghidupkan perpustakaan di Bojonegoro. Selama ini perpusatakaan hanya menjadi tempat membaca, tempat berteduh dan istirahat.

Namun dengan adanya kewirausahaan di perpustakaan, lanjut Kamidin, komunitas baca dapat menggunakan tekonologi sederhana dengan modal kecil untuk memanfaatkan bahan baku yang ada di desa setempat menjadi produk yang memiliki nilai jual dan bisa dinikmati masyarakat. 

"Dengan begitu bisa mengurangi kemiskinan di Bojonegoro," tandasnya.

Upaya lain untuk meningkatkan budaya membaca adalah dengan mengembangkan perpustakaan di tempat-tempat wisata yang ada di Bojonegoro seperti Dander Park, Kayangan Api, Texas Wonocolo dan objek wisata lainnya.

"Nanti setiap Sabtu dan Minggu dua armada perpustakaan keliling akan mendatangi lokasi-lokasi wisata," tegas mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Satu Pintu Pemkab Bojonegoro itu.

Selain itu, Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah juga akan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan mewajibkan semua sekolah mengunjungi perpustakaan daerah secara bergiliran. Agar perpustakaan lebih semarak dan produktif lagi. 

"Kita gilir satu hari satu kelas satu sekolah untuk datang ke perpustakaan," ucapnya.

Sesuai data di Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Bojonegoro, jumlah perpustakaan di Kabupaten Bojonegoro, untuk perpustakaan desa sebanyal 267, perpustakaan SD 994, perpustakaan tingkat SLTP 217, Perpustakaan tingkat SLTA  112. 

"Sekarang ini kita sedang mengembangkan perpustakaan di pondok pesantren. Tahun ini baru dua pondok yakni Al Rosyd dan At Tanwir," pungkasnya. 

Rencana pengembangan perpustakaan untuk menggairahkan budaya membaca ini mendapat apresiasi perwakilan Perpustakaan Nasional, Suprianto. Menurut dia, perpustakaan dan Dinas Pendidikan harus saling menopang dan mendukung. Karena di dalam UU No 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan harus mendukung UU No20 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional. 

Dengan begitu, tambah dia, fungsi perpustakaan yang selama ini hanya di cap sebagai pendidikan, penelitian, pelestarian informasi rekreasi akan bertambah menjadi seni budaya dan pengetahuan. 

"Oleh karena itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Perpustakan harus akur," pungkas Pustakawan Ahli Utama itu.(suko)


Dibaca : 267x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan