Kamis, 11 Februari 2016
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
Tripatra Gelar Safety Riding Campaign di Puduk Deklarasi Dukung JIM Menulis Produktif Promosikan Potensi Desa Dengan JIM Perusahaan Migas Diharapkan Sentuh Masyarakat TWU Hentikan Produksi Kilang Mini Tenaga Kerja Asing di Bojonegoro Meningkat Pembekalan Uji Coba Alsintan Dari Maintenance Rambah Jasa Transporter Dua Keuntungan Setelah Tercapai Produksi Puncak Inilah Peluang Bisnis Bidikan BBS PPGJ Capai Produksi Puncak FITRA Minta Informasi Sumur Koro Dibuka Galian C Picu Bencana Alam Fortuner Pekerja Migas Seruduk Grand Livina Papan Informasi Desa Pelem Dipindah PPGJ Segera Diserahkan ke Pertamina JOB P-PEJ Klaim Gas Tidak Berbahaya Warga Lebih Nyaman EPF Dimatikan ADS Tantang BBS Bangun Kilang Mini Ingatkan BUMD Tak Jadi Makelar Ketua DPRD Bojonegoro Garansikan Jabatannya Dua Hari, Dua Petani Tersambar Petir PT IME Lanjutkan Pekerjaan Sipil Gas Flare Penjual Mamin Sekitar Kilang Mini Resah Rekanan TWU Galang Dukungan Warga Ngampel Diduga Karacunan Pad A Pemkab Bojonegoro Layangkan Surat ke SKK Migas Besuk, Lahan Pengganti TKD Gayam Diukur Nge-Tweet Berhadiah Bersama JIM Bojonegoro Himbau Waspada Penipuan Naker Proyek Kebakaran TBBM Tuban Akibat Aliran Listrik Terminal BBM Tuban Terbakar Tunggu Kepastian PHER Operasi Proyek J-TB Rekrut 100 Naker Minta EMCL Evaluasi Hasil Rekomendasinya Rekomendasi Dua Peserta Langgar Komitmen Permintaan BBM Tuban Capai 17 Persen Pemdes Sedahkidul Sukseskan GDSC Harga BBM Kembali Diturunkan FKKL-B Minta, Bongkar EPF Harus Libatkan Kontraktor Lokal Polres Buru Dua Oknum Baru Sedahkidul Khawatirkan Dampak Proyek Banyuurip Oknum Wartawan Pemeras Diancam 4 Tahun Warga J-TB Minta Disosialisasikan Pelibatan Naker Kodim 0813 Bojonegoro Berlakukan Jamdan Tak Ada Sanksi Penyelesaian TKD Gayam Ribuhan Pengunjung Padati Wisata Ngerong Puluhan Hektar Tanaman Padi Direndam Banjir Kodim 0813 Gelar Konsolidasi Upsus Water Park Paling Ramai Dikunjungi Wisatawan Koruptor Rugikan Negara Rp2,1 Miliar Selamatkan Hutan Melalui Lomba Ulat Jati Pemkab Tetap Pertahankan PT BBS Tantang Pemkab Menarik Pajak Galian C Penerimaan Migas Fluktuatif, Tingkatkan Iklim Investasi Sisihkan Rp10 Triliun Untuk Dana Abadi Migas Pemkab Blora Bebaskan Lahan Warga Desak Pertamina ISC Tetap Menjatah Minyak Mentah Kayangan Api Dibanjiri Pengunjung Truk Pertamina Tetap Beroperasi PAD Dishub Meningkat 5,54 Persen Penjualan Solar Turun 60 Persen BK Hentikan Kasus Laporan Komisi A Harga Solar Turun Nelayan Untung Tandatangani Kontrak Pengelolaan Wilayah Kerja Migas Hingga Akhir 2015, Pembebasan J-TB Belum Rampung Wartawan Gadungan Peras Warga Tuban Tambang Illegal Rusak Jutaan Hektar Hutan Wisata Water Park Dander Diserbu Pengunjung Sumur A dan C Tetap Berproduksi ExxonMobil Indonesia Tunjuk Presiden Baru Gelar Sarasehan Sejarah dan Kepurbakalaan Tak Ingin Penyelesaian TKD Gayam Terulang di J-TB Pastikan Tarif Angkutan Tuban Normal ADS Sebut Pemeriksaan Rutin Desak Holcim Segera Realisasikan Insentif Filosofi TKD Yang Penting Untungkan Desa

Persoalkan Status Sekolah Siswa Mogok

Editor: nugroho
Kamis, 31 Mei 2012
Edy Purnomo
Mogok Belajar : Siswa SMKN 1 Tuban yang ditempatkan di lingkungan Ponpes Manbail Futuh Jenu, mogok belajar.

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

 

Tuban – Puluhan siswa SMKN 1 Tuban yang ditempatkan di lingkungan Ponpes Manbail Futuh, Desa Beji, Kecamatan Jenu, Tuban, Jatim, beramai-ramai mendatangi induk sekolahnya SMKN 1 Tuban di kawasan Jalan Mastrip-Tuban. Mereka mogok belajar untuk mempertanyakan kejelasan status sekolah mereka, Kamis (31/5/2012).

Aksi itu dipiciu isu yang santer beredar jika status sekolahnya bakal menjadi swasta. Sehingga mereka tidak lagi berstatus siswqa SMKN 1 Tuban, namun menjadi SMK swasta dibawah lingkup yayasan Ponpes Manbail Futuh.

Dalam aksinya, mereka datang tanpa pengawalan dari guru sebagian mengendarai sepeda motor dan satu buah bus. Selanjutnya perwakilan mereka yang diterima pihak SMKN 1 Tuban  dan beberapa pengurus Yayasan Manbail Futuh.  Prinsipnya mereka tidak menginginkan sekolahnya berdiri sendiri, namun tetap menjadi bagian dari SMKN 1 Tuban.

“Kami tidak ingin mendapat ijazah swasta,” ujar salah satu siswa yang enggan disebutkan namanya.

Di hadapan siswa, wakil dari pengurus yayasan Manbail Futuh, Arifudin, menyatakan, tentang pengalihan status dari sekolah yang semula cabang dari SMKN 1 Tuban menjadi sekolah swasta itu hanyalah isapan jempol belaka. Itu hanya isu yang digunakan untuk kepentingan pribadi semata.

Saat menanggapi pertanyaan dari salah seorang siswa tentang seringnya jam kosong dan kurang maksimalnya jam praktek mereka. Arifudin berjanji pihaknya akan mengadakan evaluasi serta menyatakan bahwa semua itu adalah tanggung jawab penuh dari yayasan. Setelah mendapat informasi dari pihak yayasan, siswa yang datang dengan tertib itu kemudian membubarkan diri dan kembali kesekolah. (tg)

 

Dibaca : 1104x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>