Pertagas Buka Peluang Bisnis dengan BUMD Bojonegoro

Sabtu, 05 Oktober 2019, Dibaca : 320 x Editor : rozaqy

Ist
SEPAKAT : Bupati Anna Muawanah bersama Dirut Pertagas Wiko Migantoro usai meneken MoU Jumat kemarin.


SuaraBanyuurip.comd suko nugroho

Bojonegoro - PT Pertamina Gas (Pertagas) siap membuka peluang bisnis dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, pasca ditandatanganinya nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), Jumat (4/10/2019) kemarin. 

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama Pertagas Wiko Migantoro dan Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, di Kantor Pertagas Gedung Oil Center lantai 2 Jalan MH. Thamrin Kav 55 Jakarta Pusat.  

Baca Lainnya :

    Bupati Anna Muawanah mengatakan, dengan adanya kesepahaman bersama, Pertagas dan Pemkab Bojonegoro diharapkan segera merealisasikan dengan bentuk kerja sama yang lebih riil. 

    “Kami sudah membentuk tim teknis untuk menuangkan poin-poin kerjasama yang lebih detil dan implementatif,” ujarnya.

    Baca Lainnya :

      Bupati perempuan pertama Bojonegoro itu menegaskan, pihaknya akan memberikan dukungan penuh terhadap jalannya operasi bisnis Pertagas di wilayahnya. 

      “Semoga dengan kerjasama ini kedepannya dapat mensejahterakan masyarakat Bojonegoro,” tegas Bu Anna, sapaan akrabnya.

      Senada disampaikan Dirut Pertagas, Wiko Migantoro. Menurutnya, dengan adanya MoU ini, kedua instutusi sepaham untuk menjajaki kerjasama mengembangkan gas bumi dan usaha turunannya. 

      Setelah penandatangan ini, lanjut dia, Pertagas akan melakukan langkah sinergi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Salah satu bentuk bisnis turunan pengembangan gas bumi yang potensial dilakukan diantaranya pengoperasian jaringan gas kota dan rumah tangga.

      “Apalagi Bojonegoro seperti kita ketahui memiliki potebsi sumber gas bumi yang cukup besar,” ujarnya ,” ujar Wiko dikutip dari www.duniaenergi.com.

      Pertagas sekarang ini sebagai bagian dari subholding gas Pertamina tengah mengebut penyelesaian salah satu proyek infrastruktur gas bumi di Jawa. Proyek pipa transmisi gas sepanjang 268 km ini melintas dari Gresik di Jawa Timur hingga Semarang, Jawa Tengah. Salah satu daerah yang dilintasi pipa berkapasitas 500 MMSCFD dengan diameter 28 inch ini termasuk di Kabupaten Bojonegoro. 

      Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan H Samsu  sebelumnya pernah menegaskan, pihaknya siap membuka peluang kerja sama dengan BUMD Bojonegoro dalam pemanfaatan gas dari Lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB). Kerja sama dengan BUMD telah dilakukan Pertamina di banyak daerah.

      “Itu sudah kita lakukan di banyak daerah,” kata Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan H Samsu saat konfrensi pers pemancangan perdana Engineering, Procurement and Construction – Gas Processing Facility (EPC-GPF) JTB, Jumat (4/1/2019) lalu.

      Namun, kata Samsu, sapaan akrabnya, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi BUMD agar bisa bekerja sama dengan Pertamina. Pertama, model bisnis yang akan dijalankan harus jelas.

      “Industri apa yang akan dipilih harus jelas,” ucapnya. 

      Kedua, sistim kerja sama yang dipakai adalah bisnis to bisnis atau b to b. Ketiga, jangan meminta subsidi ke Pertamina dengan harga gas yang diberikan. Sebab harga tersebut telah ditetapkan.

      “Jangan harga onstream dibebankan pada biaya upstream,” pesannya.

      Peluang kerja sama yang ditawarkan Pertamina ini mendapat apresiasi positif dari DPRD Bojonegoro. Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Sigit Kusharjanto menyarakan kepada BUMD untuk mempersiapkan diri sebelum melakukan kerja sama.

      Persiapan yang dimaksud mulai dari pembuatan rencana bisnis dan mitra yang jelas, finansial yang cukup, sumber daya manusia memadai dan manajerial yang bagus. 

      “Sehingga nantinya bisnis yang dikerjasamakan bisa jalan. Tidak berhenti di tengah jalan,” sambung Sigit di tempat yang sama.

      Untuk diketahui, Lapangan J-TB memiliki cadangan gas sebanyak 2,5 triliun kaki kubik (TCF) yang akan diproduksi selama 25 tahun. Dengan produksi sales gas (siap jual) sebesar 192 Juta Standar Kaki Kubik per Hari (Million Standard Cubic Feet per Day/ MMSCFD) pada kuartal II 2021.

      Dari produksi gas tersebut, sebanyak 100 MMSCFD dibeli Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan harga US$ 7,6/MMBTU. Sedangkan sisanya akan dijual Pertamina untuk memenuhu kebutuhan industri di wilayah Jatim dan Jateng.

      Gas J-TB yang dibeli PLN nantinya dialirkan melalui pipa transmisi Gresik-Semarang (Gresem) untuk pembangkit listrik di Tambaklorok. Pembelian gas oleh PLN ini telah tertuang dalam Head of Agreement (HoA) dengan jangka waktu 30 tahun dari 2020 sampai 2050.(suko)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more