Pertamina EP Asset 4 Beri Pengobatan Gratis Warga Ring 1 Blok Tuban

Jum'at, 01 Februari 2019, Dibaca : 647 x Editor : samian

Ririn Wedia
PENGOBATAN GRATIS : Petugas medis dengan sabar menerima warga yang antre untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Antrean panjang tidak membuat luntur semangat warga Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, untuk mengikuti pengobatan massal secara gratis yang digelar Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field di Balai Desa Sambiroto, Jumat (01/02/2019).

Salah satunya adalah Wartini (55), yang telah datang sejak pukul 08.00 Wib demi mendapatkan pelayanan gratis untuk memeriksakan kesehatannya. Ibu empat anak tersebut mengeluhkan sesak nafas dan pusing yang membuat sekitarnya terasa berputar-putar. Membuatnya tidak bisa berangkat ke sawah untuk mencari nafkah seperti biasa. Sementara sang Suami, Ngatijo telah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu.

Baca Lainnya :

    "Saya ya mengandalkan anak saya untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya sambil menunggu panggilan berikutnya.

    Nomor urut 150 yang didapat wanita berhijab ini, tidak lantas membuatnya berkeluh kesah. Dia maklum, warga lainnya juga banyak yang ingin memanfaatkan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk berobat gratis.

    Baca Lainnya :

      "Ya tidak apa-apa, kan yang lain juga senang ada pengobatan gratis secara massal ini," tandas wanita yang mulai menunjukkan keriput dikulitnya.

      Lain lagi dengan cerita Musripah (45) yang mengaku, penyakit asam uratnya mulai berkurang setelah mendapatkan pengobatan rutin dari Pertamina EP Asset 4 melalui mitranya.

      "Iya, ini sekalian saja bareng-bareng sama tetangga untuk memeriksakan diri. Biasanya dapat kunjungan di rumah," lanjutnya.

      Dengan adanya pengobatan massal secara gratis inilah, yang membuat warga terlihat antusias. Banyak yang merasakan manfaat dari kegiatan ini karena tidak hanya sekedar berobat tetapi juga mendapatkan penyuluhan tentang beberapa penyakit yang rentan menyerang lansia.

      "Kalau disini itu, dikasih tahu penyakit yang rentan menyerang lansia. Jadi ya senang, selain dapat obat juga dapat ilmu," imbuh ibu dua anak ini.

      Kepala Desa Sambiroto, Sudjono, mengapresiasi apa yang telah dilakukan Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field terhadap warganya. Selama ini, warga terlihat enggan mendatangi Polindes setempat saat merasa sakit.

      "Biasanya itu, warga enggan berobat kalau tidak parah," ujarnya.

      Selain memberikan pengobatan dan perawatan yang dilakukan selama ini, melalui mitranya, warga mendapatkan pengetahuan terkait penyakit-penyakit yang menyerang di usia produktif, lansia, dan anak-anak.

      "Dengan begini, warga kan tahu bagaimana menjaga kesehatan dilingkup keluarga," tandasnya.

      Pihaknya berharap, program kesehatan terus ditingkatkan dan bersinergi dengan pusat kesehatan di desa seperti Polindes dan menambah kendaraan berupa ambulance.

      "Ya harapannya bisa ditingkatkan lagi," tukas Sudjono.

      Sementara itu, Ketua STIKES Icsada Bojonegoro, Hasan Bisri mengungkapkan, bersama Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field ini, pihaknya telah memberikan program kesehatan ke tiga desa. Diantaranya Desa Sambiroto dan Ngampel, Kecamatan Kapas, dan Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro.

      "Kita ada tim yang memiliki tanggung jawab melaksanakan program kesehatan seperti Keluarga Binaan, pengobatan gratis, dan Posyandu," ujarnya.

      Untuk pelaksanaanya, pihaknya bekerjasama dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, dan Puskesmas Banjarjo, Kecamatan Bojonegoro.

      Pengobatan gratis akan terus dilakukan seperti pada bulan Desember 2018 yang sudah dilaksanakan di Desa Ngampel, Sambiroto, dan Campurejo.

      "Alhamdulilah, ini antusiasnya warga tinggi sekali. Dari target 150 orang semua desa itu lebih dari 200 orang yang datang," tandasnya.

      Keberadaan program kesehatan yang dinamakan "Sahabat Pertamina" ini telah dilaksanakan selama enam bulan sejak pertengahan tahun 2018 lalu. Akan berlanjut selama satu tahun sebagai komitmen perusahaan terhadap kesehatan warga disekitar wilayah operasi.

      "Jadi, memang ada perubahan meski belum signifikan antara sebelum dan sesudah ada Sahabat Pertamina ini," tukasnya.

      Perubahan tersebut diantaranya perubahan gaya hidup tidak sehat, kini berangsur menjadi sehat. Seperti mencuci tangan sebelum makan, menjaga kebersihan lingkungan, dan mengontrol menu makanan bagi yang memiliki penyakit tertentu seperti jantung, kolesterol, asam urat, dan lainnya.

      "Warga itu sekarang tahu, mana makanan yang perlu dihindari mana yang tidak. Jadi, hal ini bisa menekan penyakit yang dianggap remeh seperti kolesterol atau asam urat," imbuh Hasan.

      Selain itu, tim Sahabat Pertamina juga memberikan terapi bagi warga yang sakit stroke, kesemutan, dan sebagainya. Sehingga, tidak semuanya disembuhkan dengan obat.

      "Jadi, kita mengupayakan perubahan menyesuaikan masalah kesehatan tiap-tiap keluarga," lanjutnya.

      Sementara Dokter Puskesmas Bojonegoro yang menangani warga dalam setiap pengobatan massal, dr Sholehah Esa, mengungkapkan, penyakit yang menyerang masyarakat adalah penyakit degeneratif seperti diabetes, kolesterol, asam urat, dan pegel linu.

      "Karena saya lihat, sebagian besar pesertanya adalah lansia dan pra lansia," imbuhnya.

      Dengan adanya pengobatan massal ini, menurutnya sangat bermanfaat bagi warga. Karena, kebanyakan warga enggan memeriksanakan diri ke layanan kesehatan setempat.

      "Kita sudah lakukan persiapan sebelumnya untuk pengobatan gratis ini, jadi memang benar-benar tepat sasaran dan memberi manfaat," lanjutnya.

      Field Manager Pertamina EP Sukowati Field, Heri Aminanto, merasa senang dengan adanya program yang memberi manfaat terhadap masyarakat sekitar wilayah operasi.

      Pria yang berpribadi rendah hati, dan rajin ke masjid ini sangat peduli sosial. Baginya do'a dari hati masyarakat sekitar yang tulus, Insya Allah akan membawa berkah bagi kelancaran produksi Pertamina EP.(rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more