Jum'at, 19 Juli 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field Beri Masukan Kurikulum SMKN 5

Editor: samian
Kamis, 09 Mei 2019
Ririn Wedia
ANTUSIAS : Siswa siswi SMKN 5 Bojonegoro saat mendapatkan pembelajaran pemboran migas dari Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro  - Operator lapangan minyak dan gas bumi (Migas) Sukowati, Blok Tuban, Pertamina EP Asset 4  Sukowati field, memberi masukan berupa rancangan kurikulum bahan pelajaran bagi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Bojonegoro, Jawa Timur.

Masukan tersebut, bertujuan agar siswa yang lulus sekolah yang membidangi industri migas ini, memiliki keterampilan dan bisa langsung bekerja, termasuk di perusahan migas.

Legal and Relation Pertamina EP Asset 4 Field Sukowati, Angga Aria mengatakan, masukan yang diberikan pihak perusahaan migas terhadap mata pelajaran di SMKN 5 Bojonegoro ini merupakan yang masuk dalam budaya dan standard kompetensi perusahaan.

Selain memberi masukan Kurikulum ajar, lanjut Angga, Pertamina EP Asset 4 Field Sukowati juga pernah melakukan uji kompetensi siswa di sekolah.

"Sehingga ada potensi tertentu yang bisa diambil oleh sekolah. Termasuk Pertamina EP Asset 4 juga suport terhadap lulusan SMK," ujarnya kepada suarabanyuurip.com, Kamis (9/5/2019).

Humas SMKN 5 Bojonegoro, Burhanuddin mengatakan, sekolah yang fokus terhadap jurusan industri minyak dan gas bumi itu akan dijadikan pilot project di Jawa Timur sebagai sekolah dengan lulusan yang siap bekerja.

"Sehingga, untuk mencapai target tersebut pihaknya banyak melakukan persiapan," ungkapnga.

Kebutuhan di sekolah yang terletak sekitar Pad A, Sukowati ini diakui sangat banyak, termasuk fisik, seperti labolatorium, sehingga jika ada alat-alat dari perusahaan migas di Bojonegoro yang rusak bisa digunakan praktek pembelajaran di sekolah.

Selain itu, penambahan kompetensi pada mata pelajaran juga sangat penting. Berdasarkan hasil diskusi dan kesepakatan bersama antara sekolah, DUDI, Pemda, dan K/L terkait beberapa hal dalam Kompetensi Dasar (KD) perlu ada penambahan. Diantaranya, penambahan kompetensi pada mata pelajaran teknik pemboran terdiri atas tiga Kompetensi Dasar.

Penambahan kompetensi pada mata pelajaran peralatan pemboran terdiri atas satu Kompetensi Dasar, Perubahan KD K3LH menjadi Lindungan Lingkungan. Basic Sea Survival, penambahan kompetensi pada mata pelajaran PIM terdiri atas 3 Kompetensi Dasar, Mata Pelajaran Lumpur dan Hidrolika Lumpur, memahami prosedur pembuatan bubur semen dan KD memahami zat additif semen.

"Sesuai rekomendasi tersebut, kami masih menyempurnakan Silabus, RPP, dan Modul Pembelajaran dibawah koordinasi dan fasilitasi Pemerintah Daerah," tandasnya.

Hal itu sesuai dengan program Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

"Jadi kita difasilitasi sebagai sekolah pilot project sekolah migas dengan lulusan siap bekerja di perusahaan migas," terangnya.

Burhanuddin menambahkan, beberapa rekomendasi itu sesuai dengan hasil Summary Workshop Revitalisasi SMK Batch V di Denpasar yang diantara, membahas soal kompetensi dasar K3 Migas, Silabus, RPP dan Modul.

"Siswa lulusan kompetensi Migas diharapkan setelah lulus mendapatkan sertifikat K3 Migas, Operator Lantai Bor (OLB), dan Basic Sea Survival yang sangat diperlukan untuk memasuki dunia kerja di industri Migas," pungkasnya.(rien)

Dibaca : 348x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan