Rabu, 19 September 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Pertamina EP Asset 4 Tinggalkan Tuban

Editor: nugroho
Sabtu, 04 Maret 2017

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Asset 4 Field Cepu resmi meninggalkan Kabupaten Tuban, Jawa Timur, karena sudah dua kali melakukan pemboran (eksplorasi) belum membuahkan hasil. Kegagalan pertama terjadi pada medio 2016 lalu di Sumur Tapen 02 Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori. Disusul penghentian pemboran Sumur Albatros Putih (ABP-1) di Desa Jamprong, Kecamatan Kenduruan pada akhir Februari 2017.

"Pemboran ABP-1 selesai sampai Total Depth (TD) pada kedalaman 1.100 meter dan tidak dilanjutkan pekerjaan penyelesaian sumur atau komplesi," ujar Field Manager Pertamina EP Asset 4, Agus Amperianto, kepada suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi melalui teleponnya, Sabtu (4/3/2017).

Pasca melakukan pengamatan, akhirnya Agus memutuskan melakukan evaluasi prospek Migas dari korelasi eksplorasi di sebelahnya. Yakni di Sumur Migas Pecuk (PCK-1) Kabupaten Lamongan. Upaya ini untuk melihat keberlanjutan closure potensi Migas dari cekungan Jawa Timur.

Keputusan meninggalkan Sumur Jamprong di wilayah Tuban karena masih ada beberapa korelasi, dan perkiraan sub surface yang harus dikaji kembali. Ditambah beberapa kali masih terjadi problem 'down hole well bore'.

Perlu dipahami kegagalan di ABP-1 merupakan faktor alami, dan juga terjadi di Sumur TPN-2 beberapa waktu lalu. Mengingat sifat pemboran adalah pembuktian /survey /eksplorasi, pihaknya hanya bisa memperkirakan problem dan bagaimana me-mitigasinya.

"Yang jelas tidak bisa memastikan problem bawah tanah apa yang muncul," imbuh Agus.

Lebih dari itu, secara teknis proses Rig Down di Jamprong ABP, meliputi N/D BOP Grup 13-5/8" x 5000 psi. N/D Wellhead (Sec B) 11" x 5000 psi. N/D Wellhead (Sec A) 13-5/8" x 3000 psi. Potong casing 13-3/8" dan 9-5/8". Jajak semen diannulus antara casing 9-5/8" dengan 13-3/8" (ada semen spi permukaan).

Dilanjutkan las ring plate penutup casing 13-3/8" dan 9-5/8". Timbun cellar dengan semen, batu, pasir dan cor semen. Rig D1000/52 release tmt 27 Februari 2017 pukul 24.00 WIB dan Sumur ABP-001ST dinyatakan sebagai sumur Permanent Plug & Abandon (P&A).
"Untuk status pagi R/D Rig H-1 : 10 %, kum 10 %," tambahnya.

Sulitnya menemukan minyak di Tuban, sebelumnya juga sudah dialami Pertamina EP Asset 4 di Lapangan Tapen. Kegagalan atas hilangnya cadangan hidrokarbon di Sumur TPN-02 sudah menjadi resiko bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S). Berapapun biaya yang dikeluarkan saat eksplorasi, sudah menjadi konsekuensi bisnis hulu Minyak dan Gas Bumi (Migas).

Sebelumnya TPN-2 ditargetkan mampu berproduksi 250 bph – 300 bph, namun meleset. Penyebabnya berhasil tidaknya eksplorasi Migas tergantung pada kondisi dan penguasa alam.

"Kurang lebih biaya yang dikeluarkan USD 9 Juta terhitung mulai awal pemboran, hingga tahap akhir untuk plug & abandont TPN-2," tandasnya. (aim)

Dibaca : 744x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan