Pertamina EP Cepu Adakan Latihan Tanggap Darurat

Selasa, 10 September 2019, Dibaca : 431 x Editor : nugroho

Ist
SIMULASI : Petugas medis Pertamina EP Cepu sedang mengevakuasi seorang pekerja yang mengalami cidera.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro – Pengeboran Lapangan Gas Unitisasi Jambaran - Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terjadi gas kick-masuknya fluida formasi yang tidak diinginkan. 

Para pekerja panik. Mereka berlarian setelah mendengar kabar gas kick. Akibatnya, seorang pekerja bernama Sugiarto mengalami cidera.

Baca Lainnya :

    Sugiarto berbenturan dengan rekan kerjanya saat berlari untuk mencari tempat aman. Ia terjatuh dan kepalanya terbentur lantai.

    Dengan cepat dan sigap Tim Medis Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI) dan Pertamina EP Cepu, datang dan  mengevakuasi ke klinik Lapangan Gas Processing Facility. Kemudian Sugiarto dirujuk ke RS Premier Surabaya dengan menggunakan helikopter, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

    Baca Lainnya :

      Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. 

      Begitulah sekilas adegan simulasi latihan tanggap darurat yang dilaksanakan PT Pertamina EP Cepu bersama mitranya, PDSI, Pertamina Drilling Contractor (PDC) dan service company Selasa (10/9/2019). Tanggap darurat ini sebagai bentuk komitmen menjunjung tinggi keselamatan setiap pekerjanya.   

      Latihan tanggap darurat ini juga melibatkan Muspika, aparat Keamanan dan pemerintah desa sekitar wilayah operasi pengeboran antara lain seperti Desa Bandungrejo, Polsek Ngasem dan juga Kecamatan Ngasem. 

      “Kami membentuk Incident Management Team atau IMT untuk kemudian selalu siap siaga bila terjadi potensi kejadian darurat," kata Manager Drilling Operation PEPC, Dhanar Eko Prasetyo, melalui siaran pers yang dikirimkan kepada suarabanyuurip.com, Selasa malam. 

      “Karena dalam industri migas, kejadian darurat semacam ini akan berpotensi untuk terjadi. Untuk itu demi kesiapan setiap pekerja, kami rutin mengadakan kegiatan latihan seperti ini," lanjutnya.  

      Latihan tanggap darurat ini juga melibatkan perwakilan masyarakat sekitar wilayah operasi. Tujuan agar jalur komunikasi mengenai potensi adanya tanggap darurat dapat berjalan lancar dan tanpa kendala. 

      "Karena bagaimanapun, kita hidup berdampingan di sini. Masyarakat dan Pertamina EP Cepu berperan sebagai safety buddy atau pendamping keselamatan, yang saling mengingatkan bila terjadi potensi yang mengancam keselamatan masing-masing. Kami juga mempunyai HSE Golden Rules, yaitu PIP, Patuhi Intervensi dan Peduli bila terjadi hal-hal yang mengancam keselamatan setiap pekerja," ujar Manager JTB Site Office & PGA PEPC, Kunadi.

      Ia memohon doa jepada seluruh masyarakat agar Operasi Pengeboran Proyek JTB berjalan lancar, tepat waktu, tanpa insiden.  

      Sebelumnya, PT. Pertamina EP Cepu (PEPC) berhasil meraih HSE Award dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dalam Forum Divisi Penunjang Operasi dan Keselamatan Migas 2019 yang diselenggarakan di Kota Surabaya pada hari Rabu, 26 Juni 2019 lalu.   

      Penghargaan tersebut diberikan kepada PEPC sebagai salah satu KKKS yang dalam menjalankan proses bisnisnya telah sesuai dengan prinsip K3, diantaranya telah berhasil menjaga kinerja kesehatan, keselamatan kerja dan lindungan lingkungan pada kegiatan operasinya di tahun 2018.

      Dalam penghargaan tersebut, PT. Pertamina EP Cepu menduduki peringkat terbaik 3 dalam kategori Kinerja Keselamatan Kerja. Penilaian kinerja HSE ini dilakukan terhadap seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan sejalan dengan tagline SKK Migas, yaitu menuju Zero Incident.(suko)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more