Minggu, 19 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Pertanyakan Hasil Pemboran KGR-1 Randugunting

Editor: nugroho
Kamis, 13 Februari 2014
ali musthofa
TUNGGU HASIL : Lokasi Pengeboran PHE Randugunting di Sumur KGR-1 di Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora.

SuaraBanyuurip.com - Ali Musthofa

Blora - Eksplorasi Sumur KGR-1 Blok Randugunting yang berada di Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah telah melebihi batas waktu pengerjaan. Proyek pencarian potensi cadangan minyak itu sudah dilakukan pertanggal 10 Oktober 2013 silam dengan penjadwalan selama 55 hari kerja.

Namun, sejumlah pihak hingga kini belum mengetahui secara pasti hasil dari proses eksplorasi tersebut. Sekretaris Tim Transparansi Migas (TPM) Kabupaten Blora, Seno Margo Utomo, mempertanyakan transparansi hasil dari sejumlah proyek pertambangan minyak dan gas (migas) yang dilakukan di Blora di tahun 2013 tersebut.

"Salah satunya pemboran di sumur KGR-1 di Blok Randugunting oleh PHE Randugunting yang belum mengumumkan hasil pencarian potensi migasnya," kata Seno.

Menurut Seno,  proyek yang dilaksanakan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting itu dijadwalkan selama 55 hari terhitung mulai tajak sumur pertama pada 10 Oktober 2013. Berdasar pada jadwal tersebut, dipastikan pengeboran sudah selesai.

''Apakah mendapatkan sumber minyak atau tidak, sampai saat ini tidak ada informasinya,'' tanya Seno.

Anggota DPRD Blora itu mengaku, kerap mendapat pertanyaan dari sejumlah pihak menyusul beredar kabar bahwa pemboran di KRG-1 Randugunting tidak mendapatkan potensi minyak dalam kapasitas besar. Karena itu PHE Randugunting diminta memberikan penjelasan sehingga masyarakat Blora mendapatkan kepastian hasil dari pengeborannya..

'Terus terang, kita sendiri kesulitan untuk mendapatkan informasinya kalau PHE Randugunting tidak segera mengumumkan hasilnya. Apalagi Managemen  PHE Randugunting berkedudukan di Jakarta," ujar dia, mengungkapkan.

Senada disampaikan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Blora,  Setyo Edy. Dia  menyatakan, hingga kini belum mengetahui hasil pengeboran sumur KGR-1 di Blok Randugunting.''Laporannnya belum disampaikan kepada kami,'' ungkap Setyo Edy.

Seperti diketahui, pemboran pencarian potensi cadangan migas di sumur tersebut merupakan pemboran yang ketiga di Blok Randugunting. Setelah sebelumnya di pada  tahun 2010 dan 2011, pengeboran pertama dan kedua dilakukan di Desa Krocok Kecamatan Japah dan di Desa Tinapan Kecamatan Todanan tidak menemukan hasil yang memuaskan.

Pencarian itu berpedoman pada data di Blok Randugunting yang wilayahnya meliputi empat kabupaten di Jateng (Blora, Grobogan, Pati, Rembang) dan Kabupaten Tuban (Jatim) memiliki potensi minyak yang tidak kalah besar dengan Blok Cepu.

Potensi minyak di Blok Randugunting diperkirakan mencapai dua miliar barel. Sedangkan potensi minyak Blok Cepu berkisar tiga miliar barel. Oleh karenanya pemboran dilakukan hingga kedalaman 2.207 meter.

Sedangkan pengeboran itu sendiri melibatkan  tiga perusahaan migas dari tiga negara yaitu Indonesia (Pertamina), Malaysia (Petronas) dan Vietnam (Petro Vietnam) tergabung dalam Managemen Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting.(ali)

Dibaca : 752x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan