Senin, 25 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Petani Banyuurip Kembangkan Bank Sampah

Editor: samian
Rabu, 02 September 2015
SuaraBanyuurip.com/Edy Purnomo
SAMPAH : Petani sekitar wilayah kerja Asset IV kembangkan bank sampah.

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban – Ibu-ibu petani yang ada di Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, punya kesibukan baru. Mereka tengah getol mengembangkan Bank Sampah dengan nama Delima di desa yang menjadi wilayah Asset IV Field Cepu.

Bank Sampah sendiri, merupakan bentukan dari ibu-ibu setempat sejak bulan Juni tahun 2014 lalu. Berawal ketika Pertamina EP dan Yayasan Sekar Mandiri mengajak anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) desa setempat, melakukan studi banding pengelolaan sampah, dan pemanfaatan lahan pekarangan ke Desa Sukorejo, Kecamatan Senori.

“Kita kemudian berkeinginan membuat Bank Sampah sendiri,” kata kordinator Bank Sampah Delima, Supriyati kepada suarabanyuurip.com, Rabu (02/09/2015).

Awal berdiri, Bank Sampah ini hanya beranggotakan 20 orang dan dikemas dalam bentuk arisan. Tetapi, karena terus berkembang, banyak warga lain yang berminat dan anggota Bank Sampah bertambah menjadi 80 orang di akhir tahun 2014.

“Jadi, ketika arisan mereka membawa sampah-sampah dari rumah untuk dikelola. Selain itu, juga mengambil sampah di rumah anggota lain yang tidak bisa menghadiri arisan,” kata Supriyati.

Sampah yang mereka kumpulkan, kata dia, kemudian dijual lagi kepada pengepul dan sebagian dipergunakan untuk kerajinan. Uang hasil sampah ini kemudian dijadikan tabungan oleh para anggota. Mereka bersepakat akan mengambil uang mereka sebelum lebaran kemarin.

“Sebelum lebaran kemarin saldonya sampai 62.157.000 rupiah, kemudian dibagikan kepada 80 anggota,” kata Supriyati.

“Hasilnya mereka bisa mendapatkan uang dari hasil sampah senilai 180 ribu rupiah, sampai ada juga tabungannya yang mencapai 10 juta rupiah,” lanjut Supriyati.

Melihat hal ini, animo masyarakat setempat semakin besar, terlebih perusahaan memberikan hadiah untuk 3 penabung sampah terbanyak. Semakin banyak angggota yang bergabung sehingga mencapai 100 orang. Saat ini, Bank Sampah mereka mampu mengumpulkan sampah sampai 4 kwintal hanya dalam waktu satu minggu.

“Yang lebih penting adalah lingkungan semakin bersih dan sehat, anak-anak apabila melihat sampah di jalan langsung dipungut dan diberikan kepada orang tua untuk ditabungkan,” tandasnya.

Sementara itu, Cepu Field Manager Pertamina EP, Wresnowiro, menjelaskan perusahaan cukup bangga dengan perekembangan masyarakat dalam mengelola bank sampah. Kedepannya dia berharap bank sampah ini semakin mandiri mengelola dan menjadi contoh kelompok masyarakat yang lain.

“Saya yakin program sampah ini akan menginspirasi masyarakat yang lain, karena mempunyai manfaat yang nyata baik pada lingkungan ataupun pendapatan masyarakat,” tandasnya. (edp)

 

Dibaca : 831x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan