Kamis, 21 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Petani Blok Cepu Mulai Tanam Kedua

Editor: samian
Rabu, 23 Desember 2015
SuaraBanyuurip.com/Winarto
TANAM KEDUA : Diakir tahun 2015 para petani sekitar Ladang Migas Banyuurip, lok Cepu mulai memasuki musim tanam padi kedua.

SuaraBanyuurip.com - Winarto

Bojonegoro - Keberadaan Ladang Migas Banyuurip, Blok Cepu tak semuanya membuat warga terpencut untuk menjadi karyawan proyek yang di operatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) tersebut. Justru banyak warga yang tetap memperkuat ekonominya dari sektor pertanian.

Hal itu, sebagaimana yang dilakukan oleh warga Desa Begadon, Kecmatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur. Diakir bulan Desember 2015 mereka telah memasuki musim tanam padi kedua. Lahan yang dialiri air dari irigasi Bengawan Solo minimal dalam setiap tahunnya mampu panen dua kali.

“Minggu ketiga bulan Desember ini warga sudah tanam semua. Sedangkan untuk sawah tadah hujan diperkiraan pertengahan bulan Januari 2016 mendatang,” ungkap Sunardi warga setempat kepada suarabanyuurip.com.

Menurut Sunardi, untuk tanam kedua biasanya hasil panen tidak maksimal, dan cenderung merugi. Hal itu lebih disebabkan banyaknya hama serta tanah yang terlalu gembur. Selain itu, untuk perawatan dalam menangulangi hama juga diperlukan biaya ekstra. Salah satu diantaranya adalah pupuk dan penyemprotan tanaman.

“Yang pasti kalau curah hujannya tinggi biasanya banyak hama yang menyerang,” kata bapak dua anak ini.

Adapun jenis padi yang dipilih untuk masa tanam kedua cenderung memiliki masa panen yang lebih pendek (cepat). Agar padi tidak mudah mengalami roboh saat mulai berisi.

“Bagi kami, sebagai petani yang terpenting tidak terjadi kelangkaan pupuk, sehingga tidak terpontang panting saat masa-masa pemupukan," kata Sarjono warga lain.

Dia menambahkan, tidak terpikat untuk menjadi tenaga kerja di proyek Blok Cepu, dan lebih memilih memperkuat perekonomian dari sektor pertanian.

"Kalau jadi tenaga kerja di proyek Banyuurip harus punya pengalaman yang mumpuni tentang migas, dan ini yang tidak kami miliki. Selain itu, juga faktor usia yang sudah tua juga," akunya. (Win)

Dibaca : 523x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan