Rabu, 22 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Petani Semangka di Blok Nona Gagal Panen

Editor: nugraha
Rabu, 21 Agustus 2013
SuaraBanyuurip.com/Totok
TAK MAKSIMAL : Buah semangka yang dipanen petani Bluluk kondisinya kerdil karena cuaca tak menentu.

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan- Petani di Desa Sukorame, Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur harus menelan nasib getir. Pasalnya tanaman semangka dan blewah mereka yang seharusnya bisa di panen pada saat lebaran Idul Fitri kemarin tak berbuah akibat cuaca yang tak menentu.

Akibatnya petani di sekitar ladang migas Blok Nona itu terpaksa menelan kerugian jutaan rupiah. Padahal, mayoritas petani di Desa Sukorame banyak menanam semngka, garbis dan belewah. Jenis tananam ini dipilih karena tidak membutuhkan banyak penyiraman seperti halnya tanaman padi. Tanaman itu ditanam petani sejak Mei - Juni lalu.

Namun karena cuaca yang ekstrem, disaat musim kemarau justru turun hampir setiap hari. Akibatnya banyak bunga tanaman menjadi berguguran. Kalaupun bisa berbuah, buahnya kerdil (tidak bisa besar).

“Karena buahnya puret, harga jualnya turun drastis mas. Semangka dan blewah harganya cuma Rp5000 perbuah," kata salah satu petani setempat, Ikhsan kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (21/8/2013).

"Padahal di tahun sebelumnya harga semangka dan blewah bisa Rp10 ribu-Rp15 ribu perbuah," lanjut dia.

Semangka dan blewah hasil panenan tersebut dibeli oleh para tengkulak langsung ditempat. Namun, sebagian petani ada yang menjual panenannya ditepi jalan raya Bluluk - Sukorame.

“Nasib petani benar-benar ngenes mas. Lebaran kemarin empet-empetan. Ndak bisa nggoreng kopi, “ keluh petani lainnya, Muslimin. (tok)

Dibaca : 1477x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan