Petugas Gabungan Bongkar Gapura Penolakan Pembebasan Lahan Kilang Tuban

Selasa, 05 November 2019, Dibaca : 564 x Editor : nugroho

Ist
DIBONGKAR : Petugas gabungan merobohkan gapura penolakan pembebasan lahan kilang tuban yang didirikan warga Dusun Pomahan.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Tuban - Aksi penolakan pembebasan lahan New Grass Root Refinery (NGGR) atau Kilang Tuban oleh warga Dusun Pomahan, Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, melalui pemasangan spanduk dan pendirian gapura, Jumat (1/11/2019) lalu, mengundang reaksi petugas keamanan.

Puluhan petugas gabungan dari Satpol PP, TNI dan polisi, Senin (5/11/2019), melakukan pembongkaran gapura dan membredeli spanduk yang dipasang warga setempat. Petugas menyisir sejumlah tempat untuk mencabut plang dan spanduk yang berisi tulisan penolakan menjual lahan untuk pembangunan kilang tuban. 

Baca Lainnya :

    Bahkan, gapura besar yang didirikan warga di pintu masuk yang bertuliskan "selamat datang di kawasan lahan pertanian produktif tidak dijual" tak luput. Petugas membongkarnya.  Semua spanduk dan plang diamankan petugas.

    Sementara itu, warga pemilik lahan hanya bisa menyaksikan ketika petugas gabungan merobohkan gapura dan mencabuti plang yang mereka pasang sebelumnya.

    Baca Lainnya :

      Kepala Satpol PP Tuban, Heri Muharwanto, membenarkan pembongkaran gapura dan pencabutan plang tersebut. Ada 30 personil Satpol PP yang diterjunkan bersama anggota TNI dan polisi.

      Menurut Heri, tindakan tegas ini terpaksa dilakukan petugas karena tulisan yang pasang warga bersifat provokasi dan dipasang di tempat umum.

      "Satu gapura dan beberapa spanduk kita amankan," tegasnya dikonfirmasi suarabanyuurip.com.

      Sebelumnya, warga Dusun Pomahan, Mulyono menjelaskan, pemasangan plang dan gapura yang dilakukan warga ini untuk mempertahankan lahan mereka agar tidak dibebaskan untuk pembangunan kilang tuban. Sebab, lahan pertanian tersebut telah menjadi sumber penghidupan warga turun temurun. 

      "Kami berharap lahan yang sudah dipasangi plang tidak perlu didatangi, dan diintimidasi," ujar saat itu usai memasang plang penolakan pembebasan lahan Kilang Tuban. 

      Aksi penolakan pembebasan lahan Kilang Tuban itu diikuti 75 warga pemilik tanah. Mereka memasang plang di tanah miliknya dengan papan yang ditancapkan kayu dan pohon. Papan tersebut berisi sejumlah penolakan pembebasan lahan untuk kilang tuban. Diantaranya ; tanah kami bukan cendol dawet, tanah tidak dijual, tanah harga mati ora didol.(suko)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more