Sabtu, 17 November 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Pipa PDAM Blora Diganti

Editor: nugroho
Sabtu, 26 April 2014
alii musthofa
DIIGANTII : Sejumlah pekerja menggali pipa PDAM Blora untuk diganti dengan yang baru karena banyak yang rusak.

SuaraBanyuurip.com - Ali Musthofa

Blora - Pipa transmisi dan pipa distribusi milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Blora, Jawa Tengah, diganti. Sebab sudah puluhan tahun pipa tersebut tertanam dan ditemukan kerusakan dibeberapa titik.

Anggaran Perbaikan pipa itu senilai Rp3,3 miliar yang bersumber dari APBN. Saat ini, proses pengerjaan perbaikan jaringan pipanya mulai dilaksanakan.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Blora, Eko Budi Restiawan, mengatakan, bahwa tahun ini PDAM Blora mendapatkan kucuran dana dari pusat (APBN) sebesar Rp 3,3 miliar untuk rehab pipa dan fasilitas lainnya.

"Saat ini semuanya masih ditangani kantraktor pusat, kami hanya terima jadi," kata Kokok, panggilan Eko Budi Restiawan.

Dia mengatakan, selain dapat proyek rehabilitasi pipa dari APBN, dana dari pusat itu juga untuk pengadaan satu unit genset, unit instalasi pengolahan air (IPA), pompa air bersih dan pompa bahan kimia masing-masing satu unit.

Menurut Eko, dukungan bantuan anggaran itu diberikan melalui Ditjen Cipta Karya Satker (PKPAM) Provinsi Jateng. Dengan  bantuan itu, kedepan PDAM Blora akan bisa menyuplai air untuk 2.000 sambungan baru ke rumah-rumah pelanggan di sejumlah kecamatan di Blora.

Eko menyebutkan, pipa transmisi dan distribusi milikPDAM Blora banyak yang rusak dan pecah. Hal itu dikarenakan tidak mampu menahan beban kendaraan berat, truk tronton dan sejenisnya yang lalu lalang di jalur tengah lewat Blora.

Adapun kerusakan paling serius,  lanjut dia, terjadi di pipa transmisi dan distribusi diameter 10 inci jenis asbes (ACP) yang terpasang sejak 1981, khususnya di jalur Polaman hingga Medang (Desa Sendangharjo) sepanjang satu kilometer. "Karena lokasi ini banyak kendaraan berat mangkal di kanan-kiri jalan," tandas Eko.

Selain di wilayah utara (Polaman-Medang), kata Kokok, pipa HDPE 8 inci di dalam Kota Blora, dan pipa ACP 8 inci di Jl Agil Kumumodiyo, juga banyak yang remuk, sebab wilayah itu sering untuk melintas kendaraan berat.

Demikian pula, di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan untuk pipa jenis HDPE 6 inci, khsususnya pipa yang tertanam di kanan-kiri jalan juga akan dilakukan penggantian. "Agar layanan kepada konsumen tidak terganggu, kini sedang diganti pipa baru," pungkasnya.(ali)

Dibaca : 796x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan