Kamis, 18 Januari 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Persiapan Pemboran Sumur NKT-01 TW

Pipa Pertamina Ditolak Warga

Editor: nugroho
Rabu, 03 Januari 2018

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Warga Desa Tanjung, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menolak rencana penggunaan lahan untuk kebutuhan pembangunan pipa jalur distribusi gas dari titik sumur menuju Central Processing Plant (CPP) Gundih oleh Pertamina EP Aset 4 Field Cepu.

Menurut Kepala Desa Tanjung, Mulyadi, sebelumnya telah ada kesepakatan antara warga dengan Pertamina untuk pembebasan lahan. Namun tiba-tiba ada beberapa yang kemudian menolak. 

"Sehingga warga yang lain ikut menolak dengan penggunaan lahan di Desa Tanjung," kata dia saat ditemui suarabanyuurip.com di rumahnya belum lama ini. 

Mulyadi menjelaskan penolakan ini dikarenakan warga merasa tidak aman jika lingkungannya dilalui pipa gas. 

"Karena khawatir terjadi apa-apa dikemudian hari. Sebenarnya kan, Pertamina-kan punya perhitungan tersendiri dengan rencana itu," ujarnya. 

Seharusnya, kata Mulyadi, warga tidak perlu khawatir dengan hal-hal yang akan terjadi dikemudian hari. 

"Saya sebenarnya tidak mempermasalahkan, Pertamina melewati desa kami untuk jalur pipa. Justru dengan pembebasan lahan untuk kebutuhan pipa itu bisa berdampak pada perekonomian warga," terangya. 

Diberitakan sebelumnya, menjelang dioperasikannya sumur NKT-01 TW di Desa Bajo, Kecamatan Kedungtuban, Pertamina EP Asset 4 Field Cepu saat ini masih berupaya melakukan pembebasan lahan untuk jalur pipa dari titik sumur hingga Central Processing Plant (CPP) area Gundih di Desa Sumber Kecamatan Kradenan.

"Masih upaya pembebasan lahan untuk jaringan pipa," kata Heru Irianto, Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Selasa (2/1/2018) kemarin. 

Pihaknya belum bisa menjelaskan, berapa jumlah persisnya lahan yang dibutuhkan. Jarak dari titik sumur ke CPP Gundih, kata dia, sekira 8 km. 

"Tetapi itu belum fix karena apabila lahan tidak bisa dibebaskan mungkin lebih jauh lagi," jelas heru. 

Untuk diketahui, pengoperasian sumur itu bakal dilakukan pada semester 1 tahun 2018, untuk mencari potensi gas pada setruktur Kedungtuban (KTB) komplek. Sebagai pemenuhan gas pada pembangkit listrik Indonesia Power. 

Pencarian gas tersebut sebagai langkah mengantisipasi penurunan produksi gas dari sumur-sumur di wilayah KTB komplek yang dialirkan pada Central Pocessing Plant (CPP) Gundih. (ams) 

Dibaca : 307x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan