Senin, 25 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Pipa Pertamina Rusak Alat Tangkap Ikan Nelayan

Editor: nugroho
Rabu, 03 April 2013
edy purnomo
HEARING : Dinas Kelautan dan Perikanan Tuban bersama Pertamina dan nelayan melakukan rapat dengar pendapat.

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban – Sedikitnya 76 alat tangkap ikan milik nelayan di Kecamatan Palang dan Kecamatan Kota, Kabupaten Tuban, Jawa Timur tersangkut pipa minyak milik PT Pertamina. Akibatnya, puluhan alat tersebut rusak dan merugikan nelayan.

Puluhan alat tangkap ikan yang rusak itu milik 27 nelayan asal Desa Kradenan, Kecamatan Palang dan 49 nelayan asal Desa Karangsari, Kecamatan Kota, Tuban.

Rusaknya alat tangkap ikan akibat jaring pipa milik Pertamina tersebut terungkap dalam hearing (rapat dengar pendapat) antara 50 perwakilan nelayan, Dinas Perikanan dan Kelautan Tuban, organisasi nelayan, serta beberapa perwakilan dari PT Pertamina.  

Dalam hearing itu para nelayan mengaku jaring ataupun alat tangkap mereka kerapkali terjerat pipa minyak yang dipasang diperairan setempat. Kondisi ini terjadi sejak pemasangan pipa minyak dari PT Pertamina Surabaya menuju ke Terminal Bahan Bakar Minyak Tuban (TBBMT) yang ada di Desa Remen, Kecamatan Jenu, Tuban.

“Kondisi ini banyak dikeluhkan nelayan dari Desa Kradenan Kecamatan Palang dan nelayan Desa Karangsari Kecamatan Tuban,” ungkap salah satu pengurus DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tuban, Muslih, saat dijumpai usai hearing di Aula Dinas Perikanan dan Kelautan Tuban, Rabu (3/4/2013).

Akibat kerusakan ini mereka menuntut PT Pertamina agar memberikan ganti rugi kepada nelayan. Selain itu Pertamian juga harus memasang rambu-rambu atau tanda dilokasi pipa dikawasan perairan setempat agar nelayan lebih mengerti letak pipa sebenarnya.

“Tolong juga agar diberikan tanda batas pada pipa, agar nelayan tahu,” tegas nelayan lain.

Dikonfirmasi terpisah usai hearing, Humas TBBMT, Sholikin, mengatakan, pihaknya telah mendapat proposal dan pemberitahuan dari nelayan sejak 4 bulan lalu. Pihaknya juga telah melakukan pengecekan langsung kesejumlah organisasi nelayan dan beberapa pihak terkait tentang masalah ini.

“Setelah melakukan pengecekan alat itu benar rusak karena pipa kami, maka perusahaan berinisiatif untuk mencairkan 50 persen dana dari proposal yang diajukan kepada kami,” sambung Sholikin usai mengikuti hearing.

Dalam hearing disebutkan, nelayan akan mendapat ganti rugi sekitar 200 ribu rupiah untuk satu set alat tangkap mereka yang rusak. Diketahui, satu set alat tangkap tersebut mempunyai panjang sekitar 32  meter. (edp)

Dibaca : 1062x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan