Kamis, 18 Oktober 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

PLN Investigasi Asset Terbakar di Cepu

Editor: nugroho
Selasa, 09 Oktober 2018
Ahmad Sampurno
DIINVESTIGASI : Asset PLN APJ Kudus yang disewa untuk Pub dan Karaoke ludes terbakar.

SuaraBanyuurip.com -  Ahmad Sampurno

Blora - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Pelayanan Jaringan (APJ) Kudus, Jawa Tengah, melakukan investigasi terkait assetnya yang terbakar di wilayah Rayon Cepu Kabupaten Blora. Sejak beberapa tahun terakhir asset PLN berupa bangunan rumah di Jalan RSU tersebut disewa oleh warga yang digunakan untuk usaha Pub dan Karaoke Milenium. 

Tempat hiburan malam itu mengalami kebakaran pada hari Mingu (7/10/2018) siang, yang mengakibatkan semua asset di dalam ruangan hangus hingga menyebabkan kerugian hingga ratusan juta rupiah. Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terkait kebakaran tersebut. 

Humas PLN APJ Kudus, Sucipto, saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Selasa (9/10/2018), sedang berada di kantornya, mengaku belum bisa menjelaskan kerugian yang dialami perusahaanya akibat kebakaran tersebut.

"Nominalnya masih belum bisa kita estimasi rupiahnya. Yang jelas, kerugian kita ada pada satu bangunan itu," ujarnya. 

Pihaknya masih berusaha melakukan pendalaman informasi dan perjanjian dengan pihak penyewa. Jika nanti dalam klausul perjanjian terkait ganti rugi dari pihak kedua, maka akan meminta ganti ke penyewa. 

"Kalau sudah ada hasil investigasinya nanti bisa kami informasikan," ungkapnya. 

Disinggung apakah memang diperbolehkan asset PLN disewa untuk usaha Pub dan Karaoke, dia menegaskan diperbolehkan.

"Selama ada unsur kerja sama dan menguntungkan," ucapnya. 

Terpisah, Pengelola Pub dan Karaoke Milenum, Tri Sumastyo, menyampaikan bahwa Asset tersebut disewa selama 5 tahun atas nama Agung Heri Mulyono.

"Tahu saya sejak tahun 2014," katanya saat di hubungi melalui ponselnya. 

Menurutnya, nilai sewa setiap tahun selalu mengalami kenaikan. Sementara untuk penentuan harga sewa, dilakukan saat menjelang akhir tahun.

"Terakhir di tahun 2017 sewanya Rp35 juta," tandasnya. 

Terkait kerugian bangunan milik PLN, dia menjelaskan, jika itu akan menjadi tanggung jawab PLN.

"Yang saya dengar, kalau terjadi kerusakan bangunan akiban huru hara ataupun bencana, maka itu akan menjadi tanggung jawab PLN," terang pria yang akrab disapa Tiyo ini.

Hanya saja, semua dokumen pendukung Pub dan Karaoke serta surat perjanjian kontrak, kata dia, semua ikut musnah dalam peristiwa kebakaran hari minggu kemarin. 

Sementara itu Kapolsek Cepu AKP Slamet Riyanto melalui Kanit Reskrim Ipda Wismo menjelaskan kepolisian belum bisa mengetahui penyebab kebakaran.

"Polres masih melakukan olah TKP," ujar Wismo. (ams)

Dibaca : 383x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan iklan
iklan