Minggu, 21 Oktober 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

PMII Nilai Program Kemiskinan Tuban Gagal

Editor: samian
Senin, 12 Juni 2017
Ali Imron
KECEWA : Massa PMII Tuban meminta Bupati mencopot kepala OPD yang tak kompeten melaksanakan program pengurangan kemiskinan Tuban

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Peningkatan kemiskinan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur sebesar 0,6% dari tahun sebelumnya sangat disayangkan Pengurus Komisariat (PK) Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Makdum Ibrahim Tuban. Kegagalan tersebut dinilai banyaknya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak kompeten menjalankan program kemiskinan.

"Bupati harus mengevaluasi semua program pengentasan kemiskinan," ujar Koordinator Lapangan (Korlap) PMII, Kurniawan, kepada suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi di depan kantor Pemkab Jalan Kartini Tuban, Senin (12/6/2017).

Tak hanya itu, bagi OPD yang tidak pecus kerja harus segera dicopot. Hal ini dapat merusak misi bupati, tentang meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang merat dan berkadilan.

Untuk menanggulangi kemiskinan Pemkab harus mengoptimalkan program peningkatan ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat sebagaimana diatur dalam PP Nomor 15 tahun 2010. Selain itu, memberikan penyuluhan dan pelatihan bagi pengangguran agar siap dalam segi SDM.

"Yang paling penting sinergikan antara kebijakan dengan program penanggulangan kemiskinan agar pro rakyat," imbuh mahasiswa Stitma semester 5 ini.

Kekecewaan mahasiswa PMII bukan tanpa sebab. Sebagai daerah rujukan investasi perusahaan Nasional dan Internasional, Tuban masuk angka lima besar kabupaten termiskin se-Jatim.

Hal ini dibuktikan raport program pengentasan kemiskinan Tuban adalah D (sangat buruk). Padahal di PP No 15 tahun 2010 tentang program percepatan penanggulangan kemiskinan sudah jelas.

Data terakhir yang dihimpun PMII, meningkat 0,6% dari tahun 2016. Indikasinya jumlah penduduk miskin tahun 2015 tercatat 196.590 jiwa, dan meningkat tahun 2016 menjadi 198.350 jiwa atau meningkat sebanyak 1.760 jiwa.

Aksi yang dikawal ketat oleh puluhan polisi Polres Tuban ini terpaksa harus membubarkan diri, karena tak ada satupun perwakilan Pemkab berani menemui massa. Tak puas dengan perlakuan tersebut, demonstran akhirnya menuju gedung DPRD Tuban.

Terpisah, Kabag Humas dan Protokol Setda Tuban, Agus Wijaya bersikap acuh ketika dimintai penjelasan terkait aksi mahasiswa PMII Tuban. Mantan camat Montong ini membenarkan kalau angka kemiskinan Bumi Wali (sebutan lain Tuban) meningkat.

"17,08% naik menjadi 17,14%, sementara gak coment dulu," singkatnya. (Aim)

 

Dibaca : 459x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan