Selasa, 19 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

PMII Pelopori Penanaman Bersama 5 ribu Pohon

Editor: nugroho
Kamis, 05 Januari 2012
12
ist.
Gerakan penanaman pohon 5 ribu pohon yang dilaksanakan PMII Bojonegoro mengundang perhatian elemen masyarakat.
suarabanyuurip.com
phohon2

SuaraBanyuurip.com - Winarto

Sabtu (31/12) pagi kemarin, ada suasana berbeda di Balai Desa Wotanngare, Kecamatan Kalitidu. Ratusan orang tampak berkumpul di bangunan yang meski sederhana, tapi tampak ASRI itu. Mereka adalah para peserta dalam acara Penanaman 5 ribu Pohon yang mengambil tema ‘Tanam Satu Pohon, Selamatkan Satu Nyawa’. Lokasi penanaman adalah Waduk Dayak’an, desa setempat, yang tempatnya persis berada di selatan bekas Kerajaan Angling Dharmo, Malowopati.

Kegiatan ini dipelopori oleh PC PMII (Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), bekerja sama dengan 3 organisasi lain, Sanggar Putra Bima (Komunitas Anak Jalan Terminal Rajekwesi), KKMK dan MUDIKA ST Paulus (Pemuda Katolik), dan Lembaga MANHAJUL FIKRI. Hadir dalam acara itu, Camat Kalitidu Nurul Azizah, Kapolsek AKP Wijianto, Serta Danramil Kapten Pratik, juga jajaran pemerintah Desa dan warga Wotanngare.

“Alhamdulillah semua kompak, Muspika hadir lengkap, Pemerintah Desa juga care, lihat saja, semua perangkat dan bahkan Ketua RT RW juga datang. Saya memberikan apresisasi yang besar kepada seluruhnya, ini luar biasa,” kata Imam Muqroni, SH, Ketua Umum PC PMII Bojonegoro ditemui Wartawan suarabanyuurip.com di lokasi.

Ternyata, lanjut Imam, sapaan akrab Imam Muqroni, semua pihak punya komitmen yang sama untuk melestarikan hutan dan lingkungan hidup. Ini tidak lain karena semua pihak telah memahami bahwa pemanasan global atau global warming bukanlah isu.

“Melainkan sesuatu yang nyata, sebagai penduduk bumi, kita harus mengantisipasi ini dengan menyediakan oksigen sebanyak-banyaknya, caranya apalagi kalau tidak menanam pohon tanaman hutan,” tukas alumni UNIGORO ini.

Senada dengan Imam, Adi Dharma, Ketua KKMK juga mengatakan hal yang sama. “Yang kita tanam bibit mahoni, jati, dan gemilina Mas. Ke depan, saya berharap warga setempat bisa merawat tanaman ini dengan baik, agar bisa tumbuh dengan sehat. Saya baru tahu kalau di sini ada lahan yang menghampar seluas ini, ini potensi yang besar,” kata Adi.

Sementara itu, Harito Verio Agustinus, Ketua Sanggar Putra Bima, juga tampak semangat mengomando anak buahnya. “Anak-anak terminal juga ingin berbuat baik kepada alam Mas, ingin beramal sholeh. Kami selalu siap bergabung dengan PMII kapan saja jika ada kegiatan-kegiatan social seperti ini,” ujar Rio, panggilan akrabnya.  

Dipihak lain, Ahmad Sunjani, Ketua Lembaga MANHAJUL FIKRI, mengaku haru dan bangga dengan kegiatan ini. “Ternyata teman saya sangat banyak,” ujar pria yang sejak 2007 bergelut di dunia kehutanan dan lingkungan hidup ini. Bagaimana tidak, lanjut Sunjani, kegiatan yang tak disiapkan dengan maksimal saja, bisa dihadiri peserta sebanyak ini, dari 4 organisasi saja sudah 85 orang, belum termasuk warga setempat yang tak kurang dari 50 orang.

“Kalau setiap orang bisa menanam 50 plances saja, sudah berapa banyak pohon yang dapat tertanam hari ini, dan saya memastikan akan lebih dari itu, karena pada hari ini bibit yang berada di polyblack sudah kita siapkan di lubang tanam sebelum peserta datang, selama 4 hari terakhir, telah kita kerahkan tenaga yang khusus untuk itu, mengusung bibit ke lokasi, dan menaruhnya di lubang tanam, jadi pesertanya tinggal nguruk saja. Kalau bibitnya ‘kan sudah gratis dari Pemerintah,” papar pria yang pada tahun 2007 dinobatkan menjadi Pelopor Kehutanan bersama 150 orang di Indonesia utusan PBNU oleh Presiden SBY di Istana Negara Jakarta itu.

Meluasnya karbondioksida harus diantisipasi dengan ketersediaan oksigen yang melimpah. Kalau tidak begitu, saya khawatir anak cucu kita harus membawa tabung oksigen ke mana-mana hanya untuk bernafas, jadi kalau ingin tetap bernafas gratis, teruslah menanam
Masih kata pria yang juga Manager Program GNKL (Gerakan Nasional Kehutanan dan Lingkungan Hidup) PCNU Bojonegoro ini, di Indonesia, masalah kehutanan dan lingkungan hidup adalah sesuatu yang mendesak untuk mendapat komitmen semua pihak, agar bencana yang diakibatkan oleh rusaknya hutan dan lingkungan hidup tidak terus terjadi.

“Mencairnya es di kutub utara dan selatan akibat pemanasan global mengancam beberapa pulau di Indonesia, terutama pulau-pulau kecil, yang bisa kapan saja tenggelam kalau air laut terus pasang,” katanya.

Akibat lain, beber mantan wartawan sebuah Koran harian terbitan Surabaya ini, prakiraan cuaca dan musim menjadi tidak menentu. “Padahal, Tuhan telah menakar kebutuhan air untuk bumi secara pas, setiap tahunnya, 16 juta ton air di angkat dari laut ke angkasa untuk diproses menjadi hujan. Kapasitas daratan di bumi telah diukur dengan pas juga untuk menerima curah hujan dengan jumlah itu. Karena hutan gundul dan lingkungan hidup rusak, tidak tesedia resapan yang cukup sehingga mengakibatkan banjir bandang, tanah longsor dan bencana lainnya,” terangnya.

Oleh karena itu, terus Sunjani, manusia, sebagai kholifatullah fil ardl (wakil Tuhan di muka bumi), harus mulai berbenah dan bermesraan dengan alam, mencintainya, merawatnya, dan tidak melakukan pengrusakan. Hal ini bukan sesuatu yang sederhana karena harus mendapatkan komitmen semua pihak, sebab polusi adalah sesuatu yang tak dapat dicegah di era yang serba modern ini.

“Meluasnya karbondioksida harus diantisipasi dengan ketersediaan oksigen yang melimpah. Kalau tidak begitu, saya khawatir anak cucu kita harus membawa tabung oksigen ke mana-mana hanya untuk bernafas, jadi kalau ingin tetap bernafas gratis, teruslah menanam. Ukuran awam, jika tidak ada polusi, 1 orang membutuhkan oksigen dari 1 pohon tanaman hutan, itu jika di bumi ini ini ini tidak ada polusi, padahal itu tidak mungkin. Jadi, jumlah pohon harus terus lebih banyak, itu filosofinya, kenapa kita mengambil tema Tanam Satu Pohon, Selamatkan Satu Nyawa,” imbuhnya.

Ditanya soal komitmen Pemerintah, Sunjani mengaku lega karena dewasa ini program Kehutanan dan Lingkungan Hidup terus digelontor. “Perhatian Pemerintah Pusat saya kira cukup bagus, akhir-akhir ini banyak program Kehutanan yang di push untuk masyarakat. Tapi supaya bisa maksimal ‘kan masyarakat juga harus punya komitmen yang sama, ini supaya 3 pokok fungsi hutan, yaitu hutan lindung, hutan konservasi, dan hutan ekonomi bisa berjalan beriringan. Sudahlah, nggak ada ruginya kita menafkahkan sebagian dari hidup kita untuk alam, mari, bangkit bersama alam !,” pungkas Ketua Umum PC PMII Bojonegoro ’98-’99 ini.   

Dibaca : 1594x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan