Rabu, 13 Desember 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Polisi Bongkar Kedok Kanjeng Mami

Editor: samian
Senin, 20 November 2017
Ali Imron
MODUS GANDAKAN UANG : Kanjeng Mami (baju merah) tak berkutik saat diinterogasi Kapolres Tuban.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Aksi penipuan bermodus penggandaan uang oleh SF (45), warga Dusun Sukorejo, Desa Mergoasri, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terbongkar. Salah satu korban dugaan kasus penipuan buka mulut, karena uang triliunan yang dijanjikan perempuan di sekitar sumur Migas Gegunung tersebut tak terwujud.

"Sudah ada enam korban tertipu," ujar Kapolres Tuban, AKBP Sutrisno, kepada suarabanyuurip.com, di Mapolres Tuban, Senin (20/11/2017).

Pengakuan pelaku, total uang yang diterima dari korban sebanyak Rp555.800.000. Untuk melanjutkan penyelidikan, SF yang akarab disapa Kanjeng Mami ditahan di Mapolres Tuban.

Modus penipuannya, mirip yang dilakukan Dimas Kanjeng Taat Pribadi waktu lalu. Setiap bersama korban, pelaku bercerita kalau dilahirkan sangat ajaib dalam kondisi terbungkus seperti telur. Cerita lain yang membuat korban terpedaya, dia bisa berkomunikasi dengan makhluk gaib terutama para arwah wali songo.

Untuk memperkuat modusnya, SF mengaku mampu mendatangkan harta karun dan menggandakan uang dengan mahar yang telah ditentukan. Harta karun yang didatangkan peningggalan Nabi Sulaiman dan Presiden Soekarno.

Mendengar cerita itu, salah satu korban bernama Tejo (nama samaran) warga Kecamatan Soko-Tuban, mendatangi rumah Kanjeng Mami. Didalam rumah itu, mami kanjeng bercerita kesaktiannya kepada korban.

Mendengar iming-iming yang menggiurkan, akhirnya korban tertarik dengan menyetorkan uang tunai Rp122.800.000 sebagai mahar. Korban kemudian disuruh membaca “mantra” dan wirit di makam Mbah Abdul Jabar yang berada di Kecamatan Singgahan selama dua bulan.

“Selama wirit korban juga tidak boleh pulang kerumah,” beber pria kelahiran Makassar ini.

Merasa semua syarat dilakukan, ternyata janji manis akan harta karun tak kunjung datang. Merasa tertipu, korban melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian untuk proses lebih lanjut.

Kapolres menduga masih banyak korban lainnya yang belum lapor. Hal ini karena modus pelaku dilaksanakan sejak Tahun 2013 silam.

Untuk barang bukti diamankan berupa uang tunai Rp11.500.000, sembilan cincin monel, tiga kalung monel, dua belas gelang monel, handphone, dan beberapa barang bukti lainnya.

“Pelaku terancam hukuman penjara selama empat tahun,” pungkasnya. (Aim)

 

 

Dibaca : 376x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan