Senin, 25 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Polisi Dilema Tangani Minyak Sumur Tua

Editor: nugraha
Rabu, 02 Januari 2013
suarabanyuurip.com/dwi
Aktifitas penambangan tradisional sumur tua Wonocolo

SuaraBanyuurip.com - Ririn W

Bojonegoro - Maraknya kasus penjualan minyak secara ilegal dari penambang tradisional sumur tua di wilayah Kecamatan Kedewan, dan Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menjadi kewajiban utama aparat keamanan untuk mencegah kerugian negara dari praktik liar tersebut. Apalagi transaksi tersebut telah berlangsung lama, bahkan belakangan semakin ramai.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Rakhmat Setyadi, menyatakan, selama ini kasus tersebut menjadi dilema bagi pihak kepolisian karena yang mengelola sumur-sumur tradisional adalah masyarakat sekitar. Apalagi pengambilan minyak dari sumur tua tersebut telah menjadi mata pencaharian mereka sehari-hari.

“Lalu apa yang harus kita lakukan? Apakah membumihanguskan orang-orang disana? Usir semua orang, atau diberdayakan?” tandas Rakhmad Setyadi.

Dia menjelaskan, selama ini jajran Polres Bojonegoro telah berkoordinasi dengan Pertamina EP sebagai pemilik  Wilayah Kerja Pertambangan sumur tradisional ini. Polres juga telah menyarankan untuk mencegah terjadinya penjualan minyak secara ilegal.

“Sebenarnya dari Pertamina EP sendiri sudah memiliki program untuk menampung orang-orang itu dan membinanya. Mungkin karena dalam penangannya tidak efisien maka diserahkan kepada masyarakat,” jelasnya.

Dia tambahkan, melihat  pola hidup masyarakat di sekitar tambang tersebut Polisi di hadapkan pada hukum alam. Selama ini harga minyak yang diberikan oleh Pertamina EP sangat murah, sedangkan kehidupan mereka bergantung dari itu.

“Disini hukum alam terjadi, dimana mereka menjual minyak-minyak tersebut ke tempat  lain dengan harga yang lebih tinggi,” tandasnya.

Polisi sendiri telah bertindak hati-hati, dan berkoordinasi dengan Muspida Bojonegoro untuk mencari solusi terbaik dengan memikirkan dampak sosial. Jika harus ditangkap maka penjara akan penuh oleh penambang, sehingga harus melakukan tindakan secara komprehensif.

“Akan tetapi jika ada penjualan solar secara ilegal ya langsung kita tangkap, dan melakukan razia tentunya,” tegas Rakhmad Setyadi. (rien)  

 

 

Dibaca : 2728x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan