Kamis, 23 Mei 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Polisi Gagalkan Pengiriman 24 ribu Liter Solar Illegal

Editor: nugroho
Sabtu, 26 Januari 2013

SuaraBanyuurip.com - Ririn W

Bojonegoro – Pengiriman 24 ribu liter solar illegal dari sumur  minyak tradisional di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur berhasil digagalkan Polres Bojonegoro, Sabtu (26/1/2013). Rencananya, solar yang diangkut truk nopol K1639 KN itu akan dikirim ke Surabaya.

Informasi yang diperoleh di Mapolres Bojonegoro, truk bermuatan puluhan liter solar illegal itu sergap saat melintas di Jalan Raya Wilayah Bojonegoro. Dari penangkapan tersebut petugas berhasil mengamankan barang bukti empat drum besar berisi solar dan seorang tersangka, Eko, yang diduga pemilik solar.

Warga Kelurahan Ngrowo, Kecamatan Kota Bojonegoro itu digelandang ke Mapolres Bojonegoro karena tidak dapat menunjukkan surat resmi penjualan solar yang dibawanya.

Sekarang ini, barang bukti berupa empat drum besar berisi solah illegal beserta truk yang dipakai mengangkut diamankan di Polres Bojonegoro. Selain itu, Tono, sopir truk juga dimintai keterangan.

“Pelaku tidak dapat memiliki surat resmi penjualan BBM itu,” ujar Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Joes Indra Lana Wira.

Menurut pengakuan Eko, lanjut Joes Indra, Eko membeli solar ilegal tersebut dari para pengepul disekitar sumur tua di Desa Kedewan senilai Rp4.850/liter. Selanjutnya, pelaku menjualnya kepada pembeli lain senilai Rp5.200/liter.

Jos menduga, penyelundupan solar illegal dari sumur minyak tradisional tersebut sudah berlangsung lama. "Karena itu kita masih mengembangkan penyelidikan kasus penyelundupan solar ilegal ini," tegasnya.

Joes menambahkan, tersangka penyelundupan solar ilegal ini dijerat Pasal 52 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Dalam UU itu disebutkan bahwa setiap orang yang melakukan eksplorasi dan eksploitasi tanpa mempunyai kontrak kerja sama dengan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas dapat dikenakan pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar.(rien)

Dibaca : 2132x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan