Selasa, 25 September 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Polisi Tak Bisa Proses Penghina Bupati Tuban di Medsos

Editor: nugroho
Kamis, 12 April 2018
Ali Imron
Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Iwan Hari Poerwanto.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Satuan Reserse dan Kriminalitas (Satreskrim) Polres Tuban, Jawa Timur, berhasil menemukan identitas pemilik akun Adipati Ketiban Ondo yang dilaporkan lima organiasi kepemudaan karena menghina Bupati Fathul Huda di media sosial (Medos). Namun aparat penegak hukum berbaju coklat itu belum bisa melakukan penyidikan terhadap terlapor karena sampai hari ini belum ada laporan resmi dari bupati. 

“Kita sudah mengantongi identitas pemilik akun itu,” ujar Kasatreskrim Polres Tuban,  AKP Iwan Hari Poerwanto, kepada media suarabanyuurip.com, saat dikonfirmasi di salah satu resto di Jalan Basuki Rahmat Tuban, Kamis (12/4/2018). 

Iwan sapaan akrabnya, langsung melacak akun tersebut setelah ada aduan. Hasilnya pemilik akun adalah orang Tuban, yang posisinya saat ini berada di luar negeri.

Sekalipun telah diketahui identitasnya, tapi polisi belum melakukan tindakan karena belum ada laporan resmi dari pihak yang merasa dirugikan, yakni Bupati Fathul Huda. Sejauh ini baru sebatas aduan dari organisasi kepemudaan di Tuban dan Jatim. Untuk memprosesnya, Bupati Tuban dapat mendelegasikan bagian hukum untuk melapor.

“Sementara mau melangkah jauh baru sebatas aduan,” mantan Kasatreskrim Polres Gresik itu.

Juru bicara atau Kabag Humas dan Protokol Setda Tuban, Rohman Ubaid menjelaskan, jika Bupati dua periode sejauh ini belum memberikan petunjuk apapun soal langkah hukum yang akan diambil. Sekaligus belum ada perintah untuk melangkah lebih jauh soal hujatan yang dilakukan akun facebook Adipati Ketiban Ondo.

“Sejauh ini bapak belum memberikan petunjuk soal langkah selanjutnya terhadap ujaran kebencian yang mengarah kepadanya,” sergah mantan Camat Jenu ini.

Untuk diketahui, pemilik salah akun di Media Sosial (Medsos) Facebook (Fb) bernama "Adipati Ketiban Ondo" harus berurusan dengan polisi karena diduga melakukan ujaran kebencian atau menghina Bupati Tuban, Jawa Timur, Fathul Huda di sebuah komentar di status grup Media Informasi Orang Tuban (MIOT) pada tanggal 24 Maret 2018 lalu. Pelapor akun tersebut adalah lima organisasi kepemudaan, yang menyurati Kapolres Tuban pada hari Sabtu (31/3/2018) lalu.

Lima ketua yang tak terima dengan ujaran kebencian itu yakni, Ketua DPD Komite Nasioanal Pemuda Indonesia (KNPI) Tuban, Nasirul Umam, Ketua Karang Taruna Kabupaten Tuban, Luluk Kamim Muzizat, Ketua DPD KNPI dan Ketua Kartar Tuban, tiga pelapor lainnya adalah Ketua Asosiasi Pemuda Anti Hoax dan Hate Speech Tuban (APAHS), Darkum, Ketua BMNI Tuban, Fathur Rozi, dan LIRA Jatim, Suwanto.

Lebih dari itu, jeratan hukum bagi yang melangar UU No 19 Tahun 2016 perubahan atas UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), baik berupa hukuman denda Rp600 Juta sampai Rp12 Miliar, juga ancaman hukuman pidana 6 (Enam) sampai 12 (Dua Belas) tahun, tergantung dari pasal yang dilanggar. (aim)

 

Dibaca : 3280x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan iklan
iklan