Rabu, 24 Oktober 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Polisi Temukan Karaoke Ilegal Penyumbang Pajak

Editor: nugroho
Minggu, 29 April 2018
Ali Imron
RAZIA : Polisi sedang memeriksa pengunjung salah satu karaoke di Tuban.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tuban, Jawa Timur, menemukan pelangaran pada salah satu karaoke penyumbang pajak daerah. Tempat hiburan itu adalah DK, yang diketahui tidak berijin dan menjual Minuman Keras (Miras) melebihi kadar alkohol yang ditentukan menurut peraturan perundang-undangan. 

"DK tidak memiliki ijin operasi," ujar Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Iwan Hari Poerwanto, melalui pesan yang diterima suarabanyuurip.com, Minggu (29/4/2018).

Iwan sapaan akrabnya, menjelaskan temuan ini baru diketahui pada saat operasi Sabtu (28/4/2018) yang dimulai pukul 21:00-00:00 WIB. Sasarannya tempat hiburan malam, mulai senjata tajam (sajam), senjatan api (senpi), bahan peledak (handak), narkoba dan obat berbahaya serta miras.

Razia dibagi menjadi 2 tim. Satu Tim Dipimpin Kabag Ops, Kompol Ngadi beranggotakan 23 personil dengan sasaran Tempat Hiburan Glamour Karaoke, dan Satu Tim dipimpin Kasat Reskrim beranggotakan 22 personil dengan sasaran Tempat Hiburan Dunia Karaoke dan King Karaoke.

"Temuan ini langsung kita laporkan ke Kapolres Tuban, AKBP Nanang untuk diproses lebih lanjut," jelasnya. 

Dasar operasi kali ini UURI Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri. Sprin Kapolres Tuban Nomor : Sprin/801/HUK.6.6./IV/2018 tentang Kegiatan Kepolisian yang Ditingkatkan guna menjaga Kamtibmas di wilayah Kabupaten Tuban, uuntuk menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif.

Kepala Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PM PTSP dan Naker) Tuban, Tajudin Tebyo, belum bisa dikonfirmasi suarabanyuurip.com. Panggilan yang dilakukan sekitar pukul 09:14 WIB, tak dingkat hanya terdengar nada sambung aktif. Begitupula pesan singkat yang dikirimkan sudah dibaca, tapi belum ada balasan. 

Data dari Kepala Bidang Pendapatan Pajak Daerah dan Dana Perimbangan DPPKAD Tuban, Syamsul Arifin, menyebut sejak tahun 2015 sampai sekarang Pemkab Tuban, hanya mengijinkan 11 karaoke.  Di tahun 2015, karaoke menyumbang pajak sebesar Rp273.500.000, dari target Rp248.000.000.

Untuk tahun 2016 realisasi pajak karaoke Rp243.700.000 dari target Rp204.000.000, dan tahun 2017 realisasinya Rp281.530.000 dari target Rp273.500.000. (aim) 

 

Dibaca : 8634x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan