Portal Perhutani Cepu Diprotes Warga

Sabtu, 27 Juni 2015, Dibaca : 1567 x Editor : nugroho

ahmad sampurno
TAK BISA KELUAR : Truk pengangkut minyak tua tak bisa keluar dan harus memutar karena lahan parkir diportal Perhutani.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora-Warga lingkungan Sorogo, Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, memprotes pemasangan portal oleh Perhutani KPH Cepu. Pasalnya, akibat pemortalan itu penghasilan mereka dari parkir truk tangki pengangkut minyak mentah harus terhenti.

Baca Lainnya :

    Untuk diketahui, truk tangki pengangkut minyak tersebut berasal dari wilayah sumur tua Wonocolo yang saat ini dikelola oleh paguyuban penambang. Namun karena tindakan Perhutani tersebut, sebagian truk tangki yang sudah masuk tidak bisa keluar karena portal dikunci. Sebelumnya truk tangki masih bisa keluar masuk.

    Akibat pemasangan porta ini, warga yang didampingi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lare Cepu, berencana mengajukan permohonan kepada perhutani untuk membuka portal tersebut. "Kami mencoba membantu masyarakat untuk bernegosiasi dengan pihak KPH Perhutani," kata ketua LSM Lare Cepu, Budi Prayitno, Sabtu (27/6/2015).

    Baca Lainnya :

      Sebenarnya, lanjut dia, pemilik truk tangki tidak merasa keberatan dengan tarif parkir yang dikenakan.

      "Baik paguyuban penambang maupun koperasi sebenarnya tidak keberatan. Asalkan ada tempat parkir untuk mengantri setor minyak ke Pertamina," ujar Budi.

      Namun, karena KPH Perhutani memasang portal, banyak warga khususnya pemuda terancam menganggur.

      "Dulunya mereka bekerja menjaga parkir. Meskipun sebelum banyak truk tangki memang dilingkungan itu banyak pemuda yang menganggur," kata Budi.

      Bukan hanya itu, warga yang tinggal di lingkungan tersebut tidak bisa bekerja. Utamanya yang berhubungan dengan angkutan truk.

      “Warga menghendaki portal tersebut untuk di buka,” ucapnya.

      Rencananya surat permohonan pembukaan portal itu akan disampaikan ke Perhutan Cepu Senin pekan depan.

      “Tadi pagi truk tangki tidak bisa keluar dari jalan yang biasanya, sehingga harus memutar lebih jauh," ungkapnya.

      Sementara itu, Humas KPH Perhutani, Edisud, memastikan tidak akan memberikan ijin untuk parkir truk tangki.

      "Saya mendengar sendiri, kalau pak Adm menegaskan tidak akan mengijinkan," tegas Edisud.

      Asalasannya, lanjut dia,  warga yang menjaga parkir dan truk tangki tidak mematuhi ketentuan yang telah ditentukan KPH Perhutani Cepu terkait peruntukan lahan untk parkir.

      "Sehingga kami terpaksa memasang portal. Sebelumnya memang belum dikunci, sehingga truk tangki bisa keluar masuk, " pungkasnya.(ams)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more