Produksi Blok Cepu Turun, APBD Bojonegoro Tinggal Rp2 Triliun

Selasa, 10 September 2019, Dibaca : 1170 x Editor : samian

Ahmad Sampurno
Kepala Badan Pendapatan, Herry Sudjarwo.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Badan Pendapatan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memprediksikan adanya penurunan pendapatan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setelah produksi puncak Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, berangsur turun.

"Prediksi kami, penurunan pendapatan akan terjadi seiring produksi Blok Cepu menurun," kata Kepala Badan Pendapatan, Herry Sudjarwo, Selasa (10/9/2019).

Baca Lainnya :

    Menurut pria berkacamata minus ini, APBD Bojonegoro selama 3-4 tahun kedepan mencapai Rp5 triliun sampai Rp7 triliun. Terbesar disumbang dari Dana Bagi Hasil (DBH) Migas sebesar Rp2 triliun.

    "Setelah itu, APBD Bojonegoro hanya berkisar Rp2 triliun saja," tandasnya.

    Baca Lainnya :

      Besaran APBD selama puncak produksi Blok Cepu sekarang ini sebesar 225 ribu barel per hari, tentu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Pemkab Bojonegoro dalam hal penganggaran. Sehingga, dana sebesar itu bisa memberikan manfaat dan kemaslahatan orang banyak.

      "Harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik, dana itu harus berdampak bagi masyarakat Bojonegoro," imbuhnya.

      Sementara Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto, menilai jika produksi Blok Cepu terlalu dipaksakan. Hal ini akan mempengaruhi pendapatan daerah serta cadangan minyak.

      "Sebenarnya kan bisa diproduksi hanya 165 ribu barel per hari misalnya, selain produksinya lama, cadangan minyak tidak akan habis dan pendapatan Bojonegoro bisa stabil," tandas politisi asal Partai Demokrat.

      Sebelumnya, Plt Dirjen Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan, tidak ada paksaan dalam memproduksi migas di Indonesia termasuk Blok Cepu.

      "Ini kan untuk optimalisasi," pungkasnya. (rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more