Kamis, 21 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Produksi Minyak Lapangan Banyu Urip Meningkat Bertahap

Editor: samian
Senin, 14 Desember 2015
dok.SBU
PRODUKSI BERTAHAP : Salah satu bagian fasilitas pemrosesan pusat (Central Processing Facility) Lapangan Banyu Urip Blok Cepu.

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Blok Cepu, hari ini mengumumkan bahwa produksi minyak dari proyek Lapangan Banyuurip di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur telah meningkat secara bertahap ke lebih dari 130.000 barrel minyak per hari (bph) seiring dengan dimulainya produksi dari Central Processing Facility (CPF).

Di Lapangan Banyu Urip terdapat  45 sumur yang berproduksi dari tiga tapak sumur, satu fasilitas pemrosesan pusat, jalur pipa darat/lepas pantai sepanjang 95 km dan satu kapal tangki penyimpanan dan alir muat serta fasilitas bongkar-muat kapal di Laut Jawa.

Lapangan Banyu Urip diharapkan dapat menghasilkan 450 juta barrel minyak selama masa operasi proyek.ExxonMobil yang bermitra dengan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) dan Badan Kerjasama Blok Cepu (BKS) memulai produksi dari Banyuurip sejak akhir tahun 2008 dengan peningkatan output bertahap seiring dengan bertambahnya fasilitas pengoperasian  di tahun 2014 dan 2015. 

Lapangan Banyuurip, merupakan proyek minyak terbesar di Indonesia dalam beberapa dekade terakhir dan pada puncak produksinya akan menghasilkan sekitar 20 persen dari target nasional 2016.‎

“Proyek ini mencerminkan keahlian manajemen proyek yang melibatkan semua pihak termasuk  SKK Migas, ExxonMobil, pemerintah daerah,  para pemasok, dan badan-badan usaha lokal yang masing-masing telah menunjukkan kapabilitasnya,” tutur Dan Wieczyinski, Project Executive ExxonMobil Cepu Limited dalam siaran persnya.

Lapangan Banyuurip telah berhasil dibangun oleh 5 konsorsium kontraktor EPC yang dipimpin oleh perusahaan nasional, dan mempekerjakan 17.000 pekerja lokal dan nasional pada titik puncak kegiatannya, atau 95% dari keseluruhan tenaga kerja proyek.

Pembangunan fasilitas produksi Banyuurip melibatkan lebih dari 460 subkontraktor Indonesia, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas nasional.

“Banyuurip membantu memaksimalkan nilai sumber energi Indonesia dan menciptakan manfaat yang signifikan dan berkelanjutan,” kata Amien Sunaryadi, Kepala SKK Migas.

“Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah Indonesia, SKK Migas, mitra kami di Blok Cepu PT. Pertamina EP Cepu, Badan Kerjasama Blok Cepu, para kontraktor dan masyarakat,” kata Jon M. Gibbs, Presiden ExxonMobil Cepu Limited.

EMCL sebagai operator memiliki penyertaan saham sebesar 45 persen di Lapangan Banyu Urip, PT. Pertamina EP Cepu memiliki 45 persen, serta empat Badan Usaha Milik Daerah, yaitu PT. Blora Patragas Hulu, PT. Petrogas Jatim Utama Cendana, PT. Asri Darma Sejahtera, dan PT. Sarana Patra Hulu Cepu memiliki 10 persen.

KKKS adalah kontraktor yang mengelola Wilayah Kerja (WK) Perminyakan milik negara. Dalam menjalankan kegiatannya KKKS berada di bawah pengawasan dan Pengendalian SKK Migas. (Roz)

 

Dibaca : 621x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan