Rabu, 22 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Produksi Sumur Tua Penting Bagi Blora

Editor: samian
Senin, 14 Desember 2015
SuaraBanyuurip.com/Sampurno
PRODUKSI : Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Wresniwiro saat menyampaikan materi berkaitan dengan sumur tua.

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah terkenal dengan potensi sumber minyak mentah dari sumur minyak tua. Hal itu menjadi penting untuk diusahakan bagi daerah setempat untuk meningkatkan pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sehingga diharapkan keberadaan migas di Blora, khususnya keberadaan sumur tua bisa memberikan kontribusi lebih kepada daerah.

Anggota Asosiasi Daerah Penghasil Migas (ADPM), Wahyu Setiyaji, mengatakan, produksi sumur tua sangat penting bagi Blora.

“Untuk mendapatkan penghasilan, alatnya adalah BUMD,” katanya, Senin (14/12/2015) saat mengisi seminar di Blora.

Pihaknya juga menjelaskan, peran BUMD dalam pengelolaan sumur tua sebenarnya telah diatur dalam Permen ESDM No.1/2008 Tentang Pedoman Pengusahaan Pertambangan Minyak Bumi Pada Sumur Tua.

“BUMD dan KUD memiliki peluang untuk berperan lebih besar dalam pengeloaan sumur tua,” jelasnya.

Namun demikian, pihaknya tidak memungkiri banyaknya persoalan dalam pengeloaan sumur tua tersebut. Diantaranya, status pengelolaan sumur tua yang saat ini dikelola oleh kelompok masyarakat. Menurutnya, yang masih berhak mengelola sumur tua adalah KUD dan BUMD.

“Apakah pengelolaan oleh kelompok masyarakat sesuai dengan permen,” kata dia bertanya.

Selain itu, banyak pihak yang berkepentingan terhadap pengelolaan sumur tua. Diantaranya, Pemerintah pusat, pemilik Wilayah Kerja Pertambangan dalam hal ini Pertamina EP, Pemerintah Daerah, BUMD, KUD, dan kelompok masyarakat.

“Semua saling tarik menarik,” tandasnya.

Permasalahan lain, lanjut dia, pencemaran lingkungan yang sering ditemui dalam pengelolaan sumur tua. Keterbatasan data dan keteknikan juga menjadi persoalan. Dia mencomtohkan, struktur geologi, konfigurasi sumur dan beberapa hal lain.

Pihaknya menambahkan, dalam pengelolaan sumur tua juga masih menemui perso Keterbatasan Data Bawah Permukaan.

“Data Produksi, sifat Fluida dan lain-lain,” kata dia.

Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Wresniwiro, menuturkan, bahwa pihaknya dalam pengusahaan sumur tua mengikuti PTK-007/SKKO0000/2015/S0 (Revisi 02) Point 1.4.3. tentang swakelola kepada kelompok masyarakat.

"Kalau ini mau dipermasalahkan, silahkan,” katanya.

Namun demikian, pihaknya tidak menutup kemungkinan adanya kesempatan bagi KUD dan BUMD untuk kembali mengelola sumur minyak tua. Dirinya juga  berharap, permasalahan permasalahan sumur tua di Bojonegoro, Jawa Timur tidak berimbas ke Blora.

“Paling banyak masalah di Jawa Timur. Jawa Tengah jangan sampai terimbas,” jelasnya. (ams)

Dibaca : 658x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan